INACA Sambut Baik Penggunaan GeNose C19 di Bandara karena akan Mempermudah Calon Penumpang

INACA menyambut baik rencana menggunakan GeNose C19 bagi penumpang pesawat udara.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Pelaku industri penerbangan menginginkan GeNose C19 digunakan di sektor transportasi udara. Keterangan foto: Petugas menganalisis kantong napas milik petugas Dinas Perhubungan dengan GeNose C19 di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Minggu (24/1/2021). 

WARTA KOTA TRAVEL -- Rencana Pemerintah RI menggunakan GeNose C19 di bandar udara disambut baik oleh Indonesia National Air Carriers Association (INACA).

Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja menyatakan bahwa layanan tes Covid-19 menggunakan GeNose C19 dapat mempermudah calon penumpang pesawat di bandara. Apalagi harganya juga terjangkau.

"Selain itu, GeNose C19 ini juga membuat proses pemeriksaan Covid-19 di bandara menjadi lebih cepat, praktis, dan juga murah," kata Denon kepada Tribunnews, Kamis (25/2/2021).

Namun Denon mengingatkan bahwa layanan ini belum tentu dapat mendorong naik trafik penumpang pesawat.

"Ada beberapa faktor terkait minat masyarakat untuk kembali terbang, seperti daya beli masyarakat apakah sudah pulih atau belum," kata Denon.

Denon menilai, GeNose C19 tidak bisa menjadi dasar untuk meningkatkan kembali trafik penumpang, tetapi setidaknya layanan ini dapat memudahkan calon penumpang pesawat dan meringankan dari sisi biaya pemeriksaan.

Demi calon penumpang

Sebelumnya INACA menyampaikan, para pelaku transportasi udara mengharapkan GeNose C19 ini dapat diaplikasi untuk calon penumpang pesawat.

Layanan GeNose C19 ini, lanjut Denon, telah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan dan disetujui oleh Satgas Covid-19, dan sudah diuji untuk mendeteksi penderita Covid-19 di simpul transportasi.

"Kami menyambut positif keberhasilan GeNose C19 yang digunakan di transportasi darat. Maka dari itu, kami berharap bisa diimplementasikan di transportasi udara," kata Denon dalam keterangannya, Jumat (19/2/2021).

Menurut Denon, bila GeNose C19 digunakan di transportasi udara, maka dipastikan akan banyak keuntungan yang diterima oleh para calon penumpang pesawat.

"Dengan adanya GeNose C19, penumpang pesawat mendapatkan opsi pengecekan kesehatan selain melalui metode rapid test dan PCR, untuk melengkapi persyaratan melakukan perjalanan dengan angkutan udara," ucap Denon.

Maka dari itu, lanjut Denon, pihaknya mengharapkan Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dapat mengeluarkan aturan terkait penggunaan GeNose C19 pada moda transportasi udara.

"Melalui acuan dari Kementerian Perhubungan, dapat menjadi acuan bagi rekan-rekan operator maskapai dan pengelola bandar udara untuk menggunakan GeNose C19," kata Denon.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, penggunaan GeNose C19 akan dimulai pada 1 April 2021. Dimulai dari bandara kecil, lalu beranjak ke bandara medium, dan bandara besar. (Hari Darmawan)

Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Tribunnews
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved