Wabah Covid 19

Stasiun Gambir Sudah Ada Layanan Pemeriksaan GeNose C19

Pemeriksaan GeNose juga bisa dilakukan di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, dan Stasiun Balapan, Solo.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta kota/Joko Supriyanto
Sejumlah calon penumpang kereta api jarak jauh melakukan tes GeNose C19 di Stasiun Pasarsenen Jakarta, Jumat (5/2/2021), agar diperbolehkan naik ke kereta api. 

WARTA KOTA TRAVEL -- PT Kereta Api Indonesia (KAI) menambah jumlah stasiun, tempat penumpang bisa melakukan uji Covid-19 menggunakan metode GeNose C19.

Kini GeNose C19 hadir pula di Stasiun Gambir, Jakarta dan Stasiun Balapan, Solo, melengkapi dua stasiun sebelumnya, Stasiun Pasarsenen Jakarta dan Stasiun Yogyakarta

VP Public Relations KAI, Joni Martinus, menjelaskan, setelah dilakukan uji coba pada tanggal 3 dan 4 Februari 2021, kini layanan tes GeNose telah bisa di gunakan calon penumpang di stasiun.

"Kita sudah melakukan uji coba penggunaan tes GeNose ini tanggal 3 dan 4. Dari uji coba itu kita lakukan evaluasi, dan hari ini tanggal 5 kami secara resmi membuka layanan GeNose," kata Joni Martinus di Stasiun Pasar Senen, Jumat (5/2/2021).

Lancar

Dikatakan Joni, penggunaan alat tes GeNose di hari pertama berjalan dengan lancar. Bahkan masyarakat pun cukup antusias mencoba mengunakan alat GeNose itu.

"Hari ini layanan sudah berjalan dengan baik. Antrean juga tetap terjaga. Kami tetap mematuhi protokol kesehatan, hingga saat ini kami masih terus melayani penumpang," katanya.

Dikatakan Joni, tes GeNose ini merupakan opsi pemeriksaan Covid-19 yang disediakan oleh KAI. Artinya, dengan kehadiran GeNose, bukan berarti layanan rapid test antigen ditiadakan.

"Layanan tes antigen tetap ada. Jadi tetap kami persilakan calon penumpang untuk memilih, mau memakai antigen atau GeNose. Dua layanan ini tersedia," ujarnya.

Joni menekankan bahwa alat buatan anak bangsa ini merupakan alat deteksi dini.
Artinya, bila nanti ada calon penumpang yang terdeteksi positif Covid-19 setelah melakukan tes GeNose, belum tentu dia positif Covid-19.

"GeNose itu screening awal. Positif belum tentu Covid-19, harus ada pemeriksaan lanjutan yaitu PCR, untuk menentukan itu," tandasnya.

Syarat bepergian

Sebagaimana sudah diberitakan sebelumnya, sesuai Surat Edaran (SE) Nomor 5 Tahun 2021 mengenai Perpanjangan Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Covid-19, GeNose C19 menjadi salah satu alat tes Covid-19 untuk pelaku perjalanan dengan kereta api.

Disebutkan di sana, khusus untuk perjalanan menggunakan kereta api di luar kawasan satu anglomerasi, calon penumpang bisa menggunakan hasil GeNose Test selain hasil tes PCR dan rapid antigen.

Pertama, ada syarat yang harus dipenuhi calon penumpang KA jarak jauh yang akan melakukan tes ini.

“Untuk melakukan pemeriksaan GeNose C19, calon penumpang harus dalam kondisi sehat, telah memiliki tiket, serta dilarang merokok, makan, minum (kecuali air putih) selama 30 menit sebelum pemeriksaan sampel napas,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam siaran pers PT KAI.

Udara di dalam kantong GeNose 19 kemudian dianalisis menggunakan perangkat GeNose C19. Keterangan foto: Petugas menganalisis kantong napas milik petugas Dinas Perhubungan dengan GeNose C19 di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Minggu (24/1/2021).
Udara di dalam kantong GeNose 19 kemudian dianalisis menggunakan perangkat GeNose C19. Keterangan foto: Petugas menganalisis kantong napas milik petugas Dinas Perhubungan dengan GeNose C19 di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Minggu (24/1/2021). (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Langkah pemeriksaan

Jika syarat-syarat tersebut telah terpenuhi, calon penumpang harus mendaftar di kaunter GeNose C19 test.

Setelah membayar, calon penumpang akan diberikan kantong GeNose C19 yang akan digunakan untuk pemeriksaan.

Setelah tiba gilirannya, calon penumpang diminta petugas pemeriksaan untuk mengambil napas melalui hidung dan membuangnya melalui mulut sebanyak 3 kali.

Langkahnya adalah, 2 kali yang pertama ambil napas dan buang di dalam masker. Lalu di pengambilan napas ke-3, udara diembuskan ke dalam kantong GeNose C19 sehingga kantong tersebut penuh udara hingga mengembung.

Kunci kantong agar udara di dalamnya tidak keluar, dan serahkan kantong kepada petugas untuk dianalisis menggunakan alat GeNose C19.

Hasil pemeriksaan GeNose C19 ini akan keluar dalam waktu sekitar 3 menit.

Pemeriksaan dilakukan 1 kali tanpa pengulangan.

Pemeriksaan Covid-19 metode GeNose C19 menggunakan sampel udara yang dikeluarkan subjek dari mulut. Keterangan foto: Petugas Dinas Perhubungan mengembuskan nafasnya pada kantong nafas, untuk dites dengan GeNose C19 di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Minggu (24/1/2021).
Pemeriksaan Covid-19 metode GeNose C19 menggunakan sampel udara yang dikeluarkan subjek dari mulut. Keterangan foto: Petugas Dinas Perhubungan mengembuskan nafasnya pada kantong nafas, untuk dites dengan GeNose C19 di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Minggu (24/1/2021). (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Pembatalan tiket

Bila hasil pemeriksaan menunjukkan negatif, maka hasil itu berlaku 3 x 24 jam sejak surat hasil pemeriksaan dicetak.

Sementara, jika hasilnya positif, calon penumpang itu tidak diperbolehkan naik Kereta Api.

Tiket dapat dibatalkan melalui loket khusus, atau melalui WhatsApp KAI121 di 081-1121-11121. Uang tiket akan dikembalikan penuh.

Petugas pemeriksa akan memberikan konsultasi, informasi, dan edukasi terkait hasil pemeriksaan, serta menyarankan orang tersebut untuk melakukan isolasi mandiri.

Calon penumpang yang positif itu juga akan diantar petugas untuk meninggalkan stasiun, dan diminta melapor ke puskesmas sesuai domisilinya.

"KAI berharap seluruh calon penumpang yang hendak meggunakan layanan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun dapat memahami dengan baik terkait syarat-syaratnya agar pemeriksaan dapat berjalan lancar dan tanpa kendala," tandas Joni.

Keunggulan GeNose C19

Sebagaimana dilansir laman PT KAI, GeNose C19 adalah alat skrining Covid-19 karya ilmuwan dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Alat tes Covid-19 ini memiliki keunggulan lebih murah, lebih cepat, dan lebih akurat, dibandingkan metode pemeriksaan Covid-19 lainnya.

“Dengan Genose C19, calon penumpang akan lebih dimudahkan karena harganya yang terjangkau, serta memiliki akurasi sebesar 93-95 persen,” ujar EVP Corporate Secretary KAI, Dadan Rudiansyah.

Keunggulan produk GeNose C19 lainnya, lanjut Dadan, dibandingkan rapid test antigen dan swab test PCR ialah lebih cepat diketahui hasilnya. Metode ini hanya memerlukan waktu kurang lebih 3 menit untuk memperoleh hasil pemeriksaan. (Joko Supriyanto).

Syarat melakukan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun kereta api:

1. Dalam keadaan sehat

2. Memiliki tiket KA jarak jauh.

3. Tidak merokok 30 menit sebelum tes dilakukan.

4. Puasa (kecuali air putih) 30 menit sebelum pengambilan sampel napas.

Langkah-langkah melakukan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun kereta api:

1. Mendaftar dengan memperlihatkan tiket KA dan kartu identitas, lalu membayar tarif pemeriksaan GeNose C19 sebesar Rp 20.000.

2. Setelah membayar calon penumpang akan mendapat kantung GeNose C19.

3. Di depan petugas pemeriksa, calon penumpang menarik napas lewat hidung dan mengembuskannya melalui mulut sebanyak 3 kali. Dua tarikan napas pertama diembuskan ke masker, dan tarikan yang ketiga diembuskan ke dalam kantong GeNose C19.

4. Petugas akan menganalisis udara di dalam kantong menggunakan alat GeNose C19, dan hasilnya keluar 3 menit kemudian.

5. Pemeriksaan dilakukan 1 kali tanpa ulangan

6. Surat keterangan hasil pemeriksaan GeNose C19 berlaku selama 3 x 24 jam.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved