Wisata Kepulauan Seribu

Hore, Destinasi Wisata Kepulauan Seribu Semakin Bebas dari BAB Sembarangan

Ada tambahan tiga kelurahan di Kabupaten Kepulauan Seribu, yang sudah bebas dari perilaku BAB sembarangan.

Sudin Parbud Kepulauan Seribu
Virgin Beach di Pulau Pari dilihat dari atas. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Sejak dulu, salah satu syarat penting sebuah tempat wisata adalah kebersihannya.

Jadi, meski sebuah tempat sangat indah pemandangannya tapi masyarakatnya masih suka buang air besar (BAB) sembarangan, sudah pasti sangat sulit dikembangkan sebagai destinasi wisata.

Karena itulah Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu berusaha keras agar warganya tidak BAB sembarangan, mengingat Kepulauan Seribu adalah salah satu destinasi wisata utama DKI Jakarta.

Upaya itu berjalan baik, dan saat ini ada tambahan enam kelurahan yang dinyatakan telah BAB sembarangan.

Deklarasi

Strategi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu ialah deklarasi "Stop BAB Sembarangan" yang dilakukan warga.

Sebelum mendeklarasikan janji itu, didahului program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Bupati Kepulauan Seribu Junaedi mengatakan, sebagai destinasi wisata sudah sepantasnya tidak ada lagi warga Kepulauan Seribu yang BAB sembarangan di.

“Jika pulau menjadi tempat wisata yang bersih dan nyaman, akan membuat wisatawan menikmati Kepulauan Seribu, dan ekonomi warganya meningkat,” kata Junaedi, Jumat (11/12/2020).

Tiga kelurahan yang telah bebas BAB sembarangan itu ialah Kelurahan Pulau Pari, Kelurahan Pulau Harapan dan Kelurahan Pulau Untung Jawa, yang bebas BAB sembarangan pada bulan November 2020.

Sementara tiga kelurahan lagi, yakni Kelurahan Pulau Tidung, Kelurahan Pulau Panggang, dan Kelurahan Kelapa sejak tahun lalu sudah bebas BAB sembarangan.

“Sebagai wilayah yang menjadi tempat percontohan sanitasi, kebersihan lingkungan terus dijaga dan dipertahankan,” ujar Junaidi.

Germas dan STBM

Kepala Suku Dinas Kesehatan Kepulauan Seribu, Herwin Meifendy, menambahkan, deklarasi "Stop BAB Sembarangan" ini merupakan bukti adanya perubahan sikap masyarakat akan kebersihan.

Deklarasi itu juga bukti adanya perubahan perilaku dari hasil pendampingan program Germas dan STBM.

"Kita berikan piagam penghargaan kepada tiga kelurahan yang tahun ini yang sudah 100 persen bebas BAB sembarangan," tandas Herwin. (Junianto Hamonangan)

Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved