Jalan Tol

Tarif Jalan Tol Jakarta - Cikampek Naik Setelah Terintegrasi dengan Tarif Jalan Tol Layang Japek

Tarif Jalan Tol Jakarta - Cikampek mengalami kenaikan, karena Jalan Tol Layang tidak lagi gratis.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/ Angga Bhagya Nugraha
Jalan tol layang Jakarta - Cikampek kini dikenakan biaya untuk melewatinya. Tarifnya diintegrasikan dengan tarif Jalan Tol Jakarta - Cikampek. Keterangan foto: Jalan Tol Layang Jakarta Cikampek pada November 2019. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Jangan kaget bila menyadari bahwa tarif Jalan Tol Jakarta - Cikampek mengalami kenaikan.

Kenaikan ini akibat Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek tidak lagi gratis, alias sudah berbayar.

Namun tarif jalan tol layang ini disatukan dengan tarif Jalan Tol Jakarta - Cikampek. Pihak Jasa Marga sendiri menyebutkan sebagai tarif terintegrasi.

Setelah 11 bulan beroperasi secara gratis, Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) kini sudah ada tarifnya.

Tarih baru Jalan Tol Jakarta - Cikampek setelah melintas Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek tidak lagi gratis.
Tarih baru Jalan Tol Jakarta - Cikampek setelah melintas Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek tidak lagi gratis. (Istimewa/Jasa Marga)

Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga, Dwimawan Heru, menjelaskan bahwa tarif untuk Jalan Tol Layang Japek ini terintegrasi dengan jalan tol Japek di bawahnya.

Pembagian wilayah

Saat ini ada pembagian empat wilayah dalam pentarifan terintegrasi, yakni sebagai berikut:

- Wilayah I Jakarta IC-Pondok Gede Barat/ Pondok Gede Timur

- Wilayah II Jakarta IC-Cikarang Barat

- Wilayah III Jakarta IC-Karawang Barat,

- Wilayah IV Jakarta IC-Cikampek.

"Untuk tarif Tol Layang Jakarta Cikampek itu mengikuti tarif wilayah IV, artinya dikenakan tarif Rp 20.000," kata Heru, pada Kamis (12/11/2020).

Heru menjelaskan, penerapan tarif terintegrasi ini membuat pengguna jalan tol hanya membayar sekali.

Hal ini untuk mengurangi potensi hambatan lalu lintas, bila pengguna jalan jarak jauh harus melakukan dua kali transaksi.

Selain itu juga, kata Heru menambahkan penjelasannya, sistem pengoperasian terintegrasi ini menjadikan tarif dua ruas jalan tol dalam satu tarif. Makanya disebut tarif terintegrasi.

"Jadi nantin pengguna Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek tidak perlu melakukan transaksi di akses masuk dan akses keluar jalan tol ini, karena semuanya sudah menjadi satu tarif dengan Jalan Tol Jakarta-Cikampek,” ujar Heru.

Lebih murah

Sementara itu, Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC), Vera Kirana, menyatakan tarif integrasi ini membuat harga yang harus dibayar pengguna lebih murah.

Vera memberi gambaran, jika dioperasikan secara terpisah maka tarif untuk Jalan Tol Jakarta Cikampek II Elevated mencapai Rp 1.250/Km.

Maka pengguna jalan harus membayar tarif jalan tol ini sebesar Rp 47.500.

Itu belum termasuk tarif penggunaan Jalan Tol Jakarta Cikampek. Akibatnya akan dirasakan berat oleh pengguna jarak jauh.

Gerbang Tol sesuai wilayah pentarifan baru Jalan Tol Jakarta - Cikampek.
Gerbang Tol sesuai wilayah pentarifan baru Jalan Tol Jakarta - Cikampek. (Istimewa/Jasa Marga)

Masyarakat yang mengendarai kendaraan Golongan I wilayah 4, harus membayar dua tarif sekaligus, yaitu tarif Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated sebesar Rp 47.500 dan tarif Jakarta-Cikampek sebesar Rp 15.000, sehingga total tarif untuk kendaraan Golongan 1 adalah Rp 62.500.

"Tapi karena diterapkan tarif integrasi, tarifnya itu hanya Rp 20.000," kata Vera.

Tarif lama dan baru

Mengenai skema pentarifan dari seluruh wilayah, kata Vera, tarif terintegrasi Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated terdapat di 3 wilayah pentarifan.

Sebelum penerapan tarif terintegrasi, inilah tarif Jalan Tol Jakarta - Cikampek:

- Wilayah 1 Barat/ Pondok Gede Timur, golongan I Rp 1.500, II Rp 2.000, III Rp 2.000, IV Rp 3.000 dan V Rp 3.000.

- Wilayah 2 Jakarta IC-Cikarang Barat, golongan I Rp 4.500, II Rp 6.500, III Rp 6.500, IV Rp 9.000 dan V Rp 9.000.

- Wilayah 3 Jakarta IC-Karawang Timur, golong I Rp 12.000, II Rp 18.000, III Rp 18.000, IV Rp 24.000 dan V 24.000.

- Wilayah 4 Jakarta IC-Cikampek, golongan I Rp 15.000, II Rp 22.500, III Rp 22.500, IV Rp 30.000 dan V Rp 30.000.

Dan inilah tarif baru sesudah penerapan tarif terintegrasi tersebut:

- Wilayah 1 Jakarta IC-Pondok Gede Barat/ Pondok Gede Timur, golongan I Rp 4.000 , II Rp 6.000, III 6.000, IV 8.000, dan V 8.000.

- Wilayah 2 Jakarta IC-Cikarang Barat , golongan I Rp 7.000, II 10.500, III, 10.500, IV 14.000 dan V 14.000.

- Wilayah 3 Jakarta IC-Karawang Barat, golongan I Rp 12.000, II 18.000, III 18.000, IV 24.000 dan V 24.000.

- Wilayah 4 Jakarta IC-Cikampek, golongan I 20.000, II 30.000, III 30.000, IV 40.000 dan V 40.000

"Dapat dilihat di Wilayah 3 tidak terdapat perubahan tarif, namun ada perubahan wilayah untuk Karawang Timur. Sebelumnya Karawang Timur masuk Wilayah 3. Setelah penerapan tarif terintegrasi ini, Karawang Timur masuk Wilayah 4 sehingga mengalami perubahan tarif,” kata Vera.

Pembagian wilayah pentarifan di Jalan Tol Jakarta - Cikampek.
Pembagian wilayah pentarifan di Jalan Tol Jakarta - Cikampek. (Istimewa/Jasa Marga)

Perbaikan

Vera juga menyatakan, sebelum ada penetapan tarif di Tol Layang Japek, pihaknya terus memperbaiki tingkat kenyamanan pengguna jalan tol tersebut.

Salah satunya dengan melakukan pekerjaan penyempurnaan sambungan jembatan, atau expansion joint, di sejumlah titik jalan tol tersebut.

“Hingga saat ini perbaikan expansion joint telah mencapai 14 titik. Perbaikan dilakukan dengan menyesuaikan elevasi (ketinggian), dengan mengganti atau menambah lapisan penyambung agar tiga elemen aspal, beton transisi, dan karet expansion joint dapat mencapai elevasi yang nyaman saat dilewati,” ujar Vera.

Selain itu, lanjut Vera, melengkapi berbagai pelayanan keselamatan di jalan tol ini.

Pihaknya sudah memiliki empat konsep emergency plan, yaitu:

- Emergency Opening (bukaan median) 8

- Emergency Bay (lajur darurat) 4,

- Emergency Access (tangga darurat) 8

- Emergency Exit (akses keluar darurat) sebanyak satu lajur di masing-masing jalur arah Jakarta dan arah Cikampek.

"Untuk Emergency Opening yang dilengkapi dengan Emergency Access sudah 100 persen selesai dilaksanakan," imbuhnya.

Untuk empat lokasi parkir darurat Tol Layang Japek, lanjut Vera, saat ini progres fisiknya sendiri telah mencapai 45 persen.

Sedangkan untuk Emergency Exit masih dalam tahap desain pembangunan.

Pelayanan di jalan tol ini juga dilengkapi dengan armada operasional, yaitu mobil derek, patroli jalan raya, patroli layanan jalan tol, rescue, dan ambulance sehingga pengguna jalan tol merasa aman dan nyaman. (Muhammad Azzam)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved