Wabah Virus Corona

Tiongkok dan Nepal Tutup Pendakian Gunung Everest

Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok dan Pemerintah Nepal belum mau membuka izin pendakian Gunung Everest.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
bbc.co.uk
Rute pendakian Gunung Everest dari Jalur Selatan. 

Bagi para pehobi mendaki gunung, musim semi adalah masa yang menyenangkan.

Pasalnya, musim semi berarti sejumlah gunung top sudah bisa didaki kembali. Memang, biasanya otoritas setempat menutup musim pendakian di musim dingin, dengan alasan untuk keselamatan para pendaki.

Salah satu tempat yang memulai lagi musim pendakiannya adalah gunung-gunung di Himalaya, termasuk Everest si gunung tertinggi di dunia.

Mathilda Dwi Lestari (Hilda) dan Fransiska Dimitri Inkiriwang (Deedee) saat berusaha mencapai puncak Gunung Everest pada 17 Mei 2018,
Mathilda Dwi Lestari (Hilda) dan Fransiska Dimitri Inkiriwang (Deedee) saat berusaha mencapai puncak Gunung Everest pada 17 Mei 2018, (Istimewa/Pasang Tendi Sherpa)

Sayangnya, tahun ini seperti yang berlaku adalah yang tidak biasa. Soalnya, Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok dan Pemerintah Nepal belum mau membuka izin pendakian ke gunung yang terletak di perbatasan Tiongkok dan Nepal tersebut.

Bahkan, sebagaimana dilansir Channel News Asia (CNA), Tiongkok membatalkan izin pendakian Everest yang sudah mereka keluarkan sebelumnya.

Tindakan ini masih berkaitan dengan wabah Covid 19, yang memang berawal di Tiongkok.

Penyakit ini, yang disebabkan oleh virus corona jenis baru, yang sekarang disebut SARS CoV 2, berawal dari kota Wuhan, dan kemudian menyebar ke penjuru negeri.

Pemerintah Tiongkok mengambil tindakan ekstrem, yakni mengkarantina satu kota Wuhan. Bukan cuma itu, mereka juga menutup sekolah-sekolah di seantero negeri, serta melarang warganya bepergian. Semuanya demi mengurangi penyebaran virus.

Meski saat ini situasi di Tiongkok sudah mulai membaik, dan sekolah-sekolah sudah dibuka kembali, namun tampaknya mereka masih melihat situasinya belum memungkinkan di daerah pegunungan, yang udaranya sudah pasti lebih dingin dari wilayah lainnya.

Nepal

Tindakan Tiongkok ini juga diikuti oleh Nepal. Sebagaimana dilansir oleh BBC, Pemerintah Nepal juga membatalkan izin mendaki gunung Everest.

Lebih tepatnya izin mendakai pada tanggal 14 Maret sampai 30 April 2020.

Pembatalan izin pendakian ini menyusul keputusan Nepal menangguhkan semua visa turis sampai 30 April 2020, seperti disampaikan Narayan Prasad Bidari, selaku Sekretaris Kantor Perdana Menteri Nepal.

"Dan sekarang semua izin yang sudah keluar atau belum dikeluarkan untuk mendaki Everest musim 2020 akan dibatalkan," katanya lagi sebagaimana dilansir BBC.

Masuk akal

Keputusan ini tidak membuat para operator pendakian di Himalaya gusar, sebab mereka paham alasan keluarnya kebijakan tersebut.

"Saya setuju dengan keputusan Pemerintah Tiongkok. Mendaki gunung adalah kegiatan yang penuh tanggung jawab. Berhasil mencapai puncak (Everest) tidak sepadan dengan risiko tertular virus dan base camp, dan membawanya pulang," kata Adrian Ballinger dari Alpenglow Expeditions, yang dikutip oleh CNA.

Bagi Nepal, keputusan tersebut akan mempengaruhi devisa mereka, mengingat Nepal memperoleh 4 juta dolar AS, atau sekitar Rp 59,2 miliar, dari izin mendaki Gunung Everest.

Angka itu belum termasuk biaya pemandu pendakian, atau sherpa, dan uang yang diterima masyarakat Nepal berkat kedatangan para pendaki.

Saat ini baru satu kasus Covid 19 ditemukan di Nepal. Namun mereka bertetangga dengan Tiongkok yang menjadi asal wabah, dan India yang sudah memiliki 76 kasus Covid-19.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved