wabah virus corona

Penutupan Sementara Cegah Taman Wisata Ragunan Merugi

Penutupan sementara ini bukan saja mencegah virus corona ini menjangkiti masyarakat, melainkan juga mencegah Taman Margasatwa Ragunan merugi.

Penutupan Sementara Cegah Taman Wisata Ragunan Merugi
Warta Kota/Janlika Putri
Pusat Primata Schmutzer 

Keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang menutup beberapa lokasi wisata
Ibu kota mulai diberlakukan sejak Sabtu (14/3).

Selama dua Minggu ada 23 tempat wisata di DKI Jakarta yang resmi ditutup sementara. Hal ini merupakan upaya pencegahan penyebaran virus corona, oenyebab Covid-19.

Gerbang menuju halaman Taman Margasatwa Ragunan.
Gerbang menuju halaman Taman Margasatwa Ragunan. (Warta Kota/Janlika Putri)

Sebagai salah satu tempat wisata yang harus ditutup sementara itu adalah Taman Margasatwa Ragunan, yang berlokasi di Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Turun drastis

I Ketut Widarsana, selaku Pengelola Promosi dan Pengembangan Usaha Taman Margasatwa Ragunan (TMR), tindakan penutupan sementara ini bukan saja mencegah virus corona ini menjangkiti masyarakat, melainkan juga mencegah TMR merugi.

Menurut Ketut, bila dipaksakan buka akan menimbulkan kerugian bagi kebun binatang ini, karena jumlah pengunjung berkurang drastis. Hal ini sudah dirasakan oleh TMR sejak dua pekan sebelumnya, atau akhir Februari

Bila biasanya dalam sehari pengunjung yang datang rata-rata 8.000 orang, belakangan ini turun menjadi 3.000 orang per hari.

Dan hari terakhir sebelum penutupan, atau Jumat (13/3), data yang masuk hanya mencatat 1.400 orang pengunjung.

Aktivitas kantor seperti biasa

Kendati diliburkan untuk sementara, aktivitas perkatoran Taman Margasatwa Ragunan tetap berjalan seperti biasa.

"Karyawan masuk seperti biasa. Meskipun petugas loket tak melayani pengunjung, mereka juga tetap masuk namun diberikan tugas lain seperti membantu manajemen kantor, atau membantu bersih- bersih," ujar Ketut.

Ketut juga menambahkan staf divisi lainnya seperti perawat satwa, petugas kebersihan, maupun tim medis tetap melaksanakan tugasnya seperti biasa.

Dua orangutan penghuni Pusat Primata Schmutzer.
Dua orangutan penghuni Pusat Primata Schmutzer. (Warta Kota/Janlika Putri)

Nasib satwa

Kebanyakan tugas utama itu adalah merawat satwa koleksi TMR. Hal ini tentunya agar para binatang disana kesehatan selalu terjaga.

"Setiap hari kami akan melakukan bersih-bersih kandang, memberi makan. Kemudian para satwa juga dicek kesehatan oleh para tim medis yang ada di Ragunan," tandas Ketut.

17 Destinasi Wisata DKI yang Ditutup Akibat Wabah Covid-19

Akibat Wabah Virus Corona, Hotel dan Restoran Sudah Potong Upah Karyawan

Taman Wisata Ragunan, Tempat Menenangkan Diri dari Keriuhan Jakarta

Ikuti kami di
Penulis: Janlika Putri
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved