Jalan Tol

Inilah Penyebab Kecelakaan yang Plaing Sering Terjadi di Jalan Tol Cipali

Perbedaan kecepatan antara kendaraan yang melaju cepat dan lambat di jalan Tol Cipali sangat tinggi, sehingga berotensi besar sebabkan kecelakaan.

Istimewa/Jasa Marga
Banyak kecelakaan di jalan Tol Cipali yang melibatkan truk akibat rem blong. Keterangan foto: Sebuah truk sedang ditimbang dalam Operasi ODOL pada Selasa (15/12/2020). 

WARTA KOTA TRAVEL -- Kehadiran jalan tol Trans Jawa memang sangat memudahkan masyarakat dalam melakukan perjalanan.

Begitu juga distribusi barang menjadi lebih cepat, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan derah.

Namun, jalan tol Trans Jawa yang nyaris tanpa hambatan itu ternyata memiliki tingkat bahaya yang lebih tinggi, dibandingkan jalan arteri. Akibatnya

Hal ini ditemukan tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dalam penelitian terhadap Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali).

Tabrak depan belakang

Anggota tim penyelidik KNKT, Ahmad Wildan mengungkapkan, mayoritas kecelakaan lalu lintas di jalan Tol Cipali adalah tabrakan depan belakang. Artinya kendaraan menabrak kendaraan lain yang berada di depannya.

Wildan juga menyebutkan, tingkat kecelakaan yang terjadi di Tol Cipali ini mencapai 97 persen, yang artinya korban meninggal dunia dalam kecelakaan di Cipali mencapai 97 persen.

"Penyebab terjadinya kecelakaan di Tol Cipali ini adalah gap (perbedaan) kecepatan antara kendaraan yang cepat dengan yang lambat terlalu lebar," ucap Wildan dalam diskusi virtual pada Selasa (20/4/20210.

Dia menjelaskan bahwa standar aman perbedaan kecepatan antara kendaraan satu dengan lainnya itu 30 kilometer per jam, dan bila melebihi itu berpotensi terjadi tabrak depan belakang.

KNKT melakukan survei, dan mendapatkan data bahwa perbedaan kecepatan di Tol Cipali bisa mencapai 100 kilometer per jam.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Tribunnews
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved