Rest Area Km 50A Jalan Tol Jakarta - Cikampek Ditutup Selamanya

PT Jasa Marga menutup permanen Rest Area KM50 Jalan Tol Jakarta - Cikampek (Japek), karena terlalu dekat dengan pintu keluar jalan tol layang.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/ Angga Bhagya Nugraha
PT Jasa Marga menutup permanen Rest Area KM50 Jalan Tol Jakarta - Cikampek (Japek), karena terlalu dekat dengan tempat keluar jalan tol layang. Keterangan foto: Jalan Tol Layang Jakarta Cikampek 

WARTA KOTA TRAVEL -- Masyarakat yang akan melakukan perjalanan jauh lewat Jalan Tol Jakarta - Cikampek, sekarang tidak bisa beristirahat di Rest Area Km50.

Pasalnya Jasa Marga menutup tempat itu secara permanen, dan memindahkan ke tempat lain.

Pemindahan itu bukan tanpa alasan, sebab rest area tersebut dianggap menjadi titik kemacetan.

Lokasi Rest Area Km50 berada di wilayah Karawang, tak jauh dari titik keluar Jalan Tol Layang Jakarta - Cikampek. Lokasi itu ternyata bisa menyebabkan kemacetan.

Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga, Dwimawan Heru, menjelaskan, sejak dioperasikannya Jalan Tol Jakarta Cikampek Elevated pada Desember 2019, khususnya pada masa liburan, kerap terjadi kepadatan di ruas antara KM 48- KM 50A, atau menuju Cikampek.

Penyebabnya adalah terjadi pertemuan arus lalu lintas, antara mobil yang baru turun dari jalan tol layang dengan kendaraan yang melintas di Tol Jakarta-Cikampek bawah.

"Kepadatan pada lokasi juga ditambah dengan adanya kendaraan yang keluar - masuk rest area. Aktivitas tersebut menimbulkan antrean yang mengganggu arus lalu lintas di jalur utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek," kata Heru dalam keterangan pers.

Sejak beroperasinya Tol Layang Japek, pihaknya juga pernah beberapa kali menutup sementara rest area KM 50, khususnya saat libur panjang.

Korlantas Polri

Penutupan Rest Area Km50A itu juga atas sara Korp Lalu Lintas (Korlantas) Polri, melalui surat bertanggal 6 Februari 2020.

Dalam surat itu juga disarankan pelebaran jalan mulai KM 48 - Km 50.

"Jadi sejak dulu sudah direncanakan dan disarankan. Terus juga diperkuat lagi dengan instruksi Badan Pengatur Jalan Tol, melalui suratnya pada tanggal 20 Maret 2020, terkait hal yang sama," kata Heru.

Menindak lanjuti saran itu, pada Februari hingga akhir April 2020, Jasa Marga menambah jalur di ruas KM 48 - KM 50.

Lokasi baru

Sejak saat itu pula, Jasa Marga secara aktif melakukan sosialisasi kepada para penyewa dan pengelola Rest Area KM 50 A, dan disepakati tempat berusaha baru di Rest Area KM 71 B.

Selanjutnya pada Juni 2020 - Desember 2020, Jasa Marga melakukan perencanaan desain dan pembangunan tempat berusaha baru itu.

"Ditegaskan, jadi ini tidak secara tiba-tiba, ini sudah lama. Seluruh tenant eks Rest Area KM 50 A, juga telah disiapkan lokasi relokasi, dan dapat menempati tempat usaha pengganti di Rest Area KM 71 B, dengan spesifikasi bangunan dan fasilitas pendukung sesuai dengan standar rest area," ungkapnya.

Dengan selesainya penambahan bangunan di Rest Area KM 71 B untuk pedagang ex KM 50 A, pada 21 Desember 2020 dilakukan relokasi tenant ex KM 50 A.

Jasa Marga juga menyediakan bantuan mobilisasi barang-barang pemilik pedagang.

Dengan selesainya pelebaran ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek mulai dari KM 48 sampai dengan KM 50, dan relokasi Rest Area KM 50 A, Jasa Marga berharap masalah titik kepadatan di sekitar area tersebut dapat terselesaikan.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved