PSBB Jakarta

Jakarta PSBB lagi, Apakah Warga Dilarang Bepergian ke Luar Kota?

Rencana bepergian warga DKI Jakarta bisa jadi akan terpengaruh dengan kebijakan PSBB, yang diberlakukan kembali oleh Pemprov DKI Jakarta.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, saat menyampaikan bahwa bioskop di DKI Jakarta akan dibuka kembali, Rabu (26/8/2020). 

WARTA KOTA TRAVEL -- Keputusan Pemerintan Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, untuk memberlakukan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai Senin (14/9), bisa jadi akan berpengaruh kepada rencana perjalanan masyarakat ke luar kota.

Meski belum menyebutkan secara detail, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dan pemimpin di Bodetabek, untuk membatasi pergerakan orang ke Jakarta. Terutama yang lewat jalur darat.

“Tentu ada pertanyaan bagaimana dengan pergerakan orang keluar-masuk Jakarta. Idealnya kami bisa membatasi pergerakan keluar-masuk Jakarta hingga minimal. Tapi dalam kenyataannya ini tidak mudah ditegakkan hanya oleh Jakarta,” kata Anies dalam jumpa pers melalui siaran YouTube Pemprov DKI Jakarta pada Rabu (9/9/2020) malam.

“Ini butuh koordinasi dengan pemerintah pusat, terutama dengan Kemenhub, dan juga dengan tetangga-tetangga di Bodetabek yang insyallah besok (Kamis, 10/9/2020) kami akan melakukan koordinasi dengan pelaksanaan fase pengetatan yang akan dilakukan di hari-hari ke depan,” lanjut Anies.

Hanya saja, sampai Kamis petang ini belum ada informasi terbaru soal ini.

PSBB yang dulu

Sebagaimana pelaksanaan PSBB sebelumnya, Pemprov DKI membatasi keluar masuk masyarakat dari dan ke wilayah Ibu Kota.

Dilakukan penyekatan di beberapa titik jalan, sehingga warga DKI yang ingin mudik harus putar balik, alias tidak boleh ke luar kota.

Bus-bus antarkota antar-provinsi juga berhenti beroperasi, sehingga terminal bus pun tutup. Perjalanan kereta api juga berkurang drastis.

Belakangan Pemprov DKI memperbolehkan warganya keluar kota, dan memberlakukan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM), yang fungsinya untuk membantu pelaksanaan pelacakan bila orang itu kemudian mengidap Covid-19.

Apakah semua itu akan terjadi lagi. Mari tunggu kelanjutan pengumuman dari Pemproc DKI Jakarta. (Fajar Al Fajri)

Sumber: Warta Kota

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved