New Normal

Penumpang KA Jarak Jauh Dapat Face Shield Cuma-cuma, Harus Dipakai Selama Perjalanan

Penumpang kereta api jarak jauh kini mendapat face shield secara cuma-cuma, yang harus dikenakan selama perjalanan.

Warta Kota/AC Pingkan
Bagian dalam KA Walahar rute Tanjungpriok - Purwakarta. 

WARTA KOTA TRAVEL -- PT Kereta Api Indonesia (KAI) membagikan face shield secara gratis bagi penumpang Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ).

Vice President Public Relations PT KAI, Joni Martinus, menjelaskan bahwa face shield  ini sebagai upaya PT KAI dalam mencegah penyebaran Covid-19.

"Jadi face shield ini dibagian hanya untuk penumpang KA Jarak Jauh, dan disediakan oleh KAI secara gratis," kata Joni Martinus pada Kamis (16/7/2020).

Face shield diberikan ketika penumpang akan naik ke gerbong (boarding), sehingga benda itu digunakannya selama perjalanan sampai stasiun tujuan.

"Ini diberikan secara gratis untuk penumpang selama perjalanan sampai mereka keluar stasiun. Jadi ini boleh dibawa pulang. Kan gratis," kata Joni.

Tidak ada untuk batita

Hanya saja, face shield cuma-cuma ini tidak diberikan kepada penumpang anak-anak berusia di bawah 3 tahun (batita).

Oleh sebab itu PT KAI meminta agar penumpang dapat menyediakaan sendiri face shield untuk anak-anaknya yang masih berusia  di bawah 3 tahun.

Joni tidak merinci berapa jumlah face shield yang disediakan KAI, namun Joni mengklaim bahwa face shield yang disediakan berdasarkan jumlah penumpang setiap keberangkatan.

"Berapa pun penumpangnya kami sediakan face shield. Jadi kita stok sebanyak mungkin. Kecuali tadi ya, yang 3 tahun ke bawah itu," ujarnya.

Lengan panjang

Menurut Joni, face shield yang dibagikan ini hanya sebagai pelengkap protokol kesehatan, karena  penumpang KA Jarak Jauh tetap wajib menggunakan masker selama perjalanan.

Secara umum, setiap pelanggan kereta api diharuskan dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, demam) saat akan melakukan perjalanan.

Suhu badannya tidak lebih dari 37,3 derajat Celsius, menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket, menjaga jarak fisik, dan rutin mencuci tangan.

"Kalau untuk lengan baju lengan panjang kan sudah diatur oleh Kemenhub, jadi kita tetap akan kita berikan imbauan kepada penumpang. Jika masih ada yang pakai baju lengan pendek, kita edukasi lagi secara bertahap," tandasnya. (Joko Supriyanto)

Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved