Wisata Virtual

Bosan Saat Mengisolasi Diri Sendiri? Yuk Jalan-jalan ke Museum Secara Virtual

Jangan sedih dulu dengan social distancing ini. Raga mungkin memang tak keluar rumah tapi mata masih bisa jalan-jalan ke museum di luar negeri.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Google Arts and Culture
"A Museum is a School" karya Luis A Camnitzer di Salomon R Guggenheim Museum and Foundation. 

Suka tidak suka, dalam beberapa hari ke depan kita harus membatasi diri keluar rumah dulu sampai wabah Covid-19 mereda.

Biar pun Pemerintah Republik Indonesia tidak melakukan lockdown, atau karantina di seluruh negeri, namun Pemerintah meminta masyarakat dengan kesadaran sendiri mengurangi bepergian dan kumpul-kumpul jika tidak penting-penting amat.

Bahasa kerennya adalah melakukan "social distancing", sementara bahasa gampangnya "kita jangan dekat-dekat dulu ya".

Tujuannya agar jangan lebih banyak orang ketularan si Covid-19 ini, yang menyebabkan semakin banyak orang yang harus dirawat.

Sejumlah gubernur pun menanggapi wabah ini dengan menutup sekolah dan perguruan tinggi selama 14 hari, agar para pelajar tidak tertular penyakit ini di sekolah.

Situasi seperti ini sebenarnya ibarat sebuah godaan berat untuk mereka yang senang jalan-jalan.

Bayangkan, dianjurkan tidak ke sekolah, kampus, atau tempat kerja, yang sebenarnya kesempatan untuk "kabur" liburan.

Tapi, saat ini juga tidak bisa ke mana-mana karena seluruh tempat, apalagi di luar negeri, sedang menutup diri akibat wabah Covid-19.

Jalan-jalan virtual

Namun jangan sedih dulu. Raga mungkin memang tak bisa keluar rumah tapi mata masih bisa jalan-jalan ke museum di luar negeri.

Caranya, buka saja situs Google Arts & Culture dan Anda bisa mengunjungi museum-museum terkenal di luar negeri. Tanpa harus meninggalkan rumah.

Sebagaimana dilansir laman Fast Company, Google bekerja sama dengan 500 museum dan galeri seni di seluruh dunia, sehingga orang bisa jalan-jalan ke museum-museum dan galeri itu secara virtual.

Untuk informasi, Google punya produk Street View, sementara sudah banyak museum yang memiliki layanan virtual tour. Ketika kedua teknologi ini digabung, maka voila, Anda bisa jalan-jalan di Musee d'Orsay di Paris sekaligus melakukan social distancing.

Bukan hanya d'Orsay, Anda juga bisa ke Gyeonggi Museum of Moder Art di Ansan, Korea Selatan, atau ke The British Museum di London Inggris, atau ke museum-museum lainnya.

Situs Travel & Leisure merangkum 12 museum yang menurut mereka patut Anda kunjungi, karena koleksinya yang berharga.

1. British Museum, London
Museum di jantung kota London ini memiliki virtual tour di ruangan Great Court, di mana di sana terdapat koleksi Rosetta Stone dan mumi Mesir.

Untuk informasi, Rosetta Stone adalah prasasti dari zaman Mesir kuno, yang ditulis dalam tiga bahasa dan aksara, yakni Mesir kuno dalam aksara hierogliph dan demotic, serta Yunani kuno dalam aksara Yunani.

Berkat Rosetta Stone, para arkeolog bisa menerjemahkan aksara hierogliph dan menggunakannya dalam meneliti sejarah budaya Mesir kuno.

2. Guggenheim Museum, New York
Museum ini terkenal dengan tangga spiralnya yang begitu ikonik, dan pengunjung virtual juga bisa menikmati tangga tersebut.

Selain tangga itu, museum seni ini memiliki koleksi yang luar biasa, yakni lukisan-lukisan dari masa Impresionist, Post-Impresionist, serta Modern and Contemporary.

3. National Gallery of Art, Washington DC
Museum bertema seni Amerika ini memiliki dua ruang pamer yang bisa disaksikan secara virtual lewat Google.

Yang pertama adalah American Fashion, yang berisi pakaian-pakain dari tahun 1740-1895.
Dan yang kedua adalah lukisan-lukisan karya pelukis Belanda, Johannes Vermeer.

4. Musée d’Orsay, Paris
Di museum ini pengunjung bisa melihat karya-karya paling terkenal dari pelukis-pelukis Prancis, yang dibuat pada tahun 1848 sampai 1914.

Koleksi museum ini termasuk karya Monet, Cezanne, dan Gauguin.

5. National Museum of Modern and Contemporary Art, Seoul
Museum ini memiliki koleksi seni bergaya kontemporer, karya seniman-senima Korea Selatan dan seluruh dunia.

6. Pergamon Museum, Berlin
Salah satu museum terbesar di Jerman ini memiliki koleksi artefak-artefak dari berbagai negara dan zaman.

Koleksinya yang terkenal adalah Ishtar Gate dari Kerajaan Babilonia, serta altar Pergamon dari Yunani.

7. Rijksmuseum, Amsterdam
Museum ini menyimpan karya-karya seniman dari masa Keemasan Belanda.

Termasuk karya Johannes Vermeer dan Rembrandt.

8. Van Gogh Museum, Amsterdam
Siapa yang tidak kenal Vincent van Gogh? Gaya lukisannya yang melampau zamannya, serta kisah hidupnya yang tragis, membuat pelukis ini kondang.

Di museum ini menyimpan 200 lukisan, 500 gambar, serta 750 surat pribadi pelukis Belanda tersebut.

9. The J Paul Getty Museum, Los Angeles
Museum seni ini memiliki koleksi benda seni Eropa dari masa kuno sampai modern. Yang tertua berasal dari abad 8.

Bentuknya patung, gambar, lukisan, manuskrip, sampai foto.

10. Uffizi Gallery, Florence
Galeri di kota Florence ini menyimpan benda seni koleksi Keluarga Medici, keluarga paling terpandang di Italia pada tahun 1500-an.

Bangunan galeri tersebut dirancang oleh Giorgio Vasari pada tahun 1560, atas permintaan Cosimo I de Medici.

11. MASP, São Paulo
Museum seni ini merupakan museum modern pertama di Brasil.

Koleksinya dipamerkan menggunakan bingkai yang terbuat dari plexiglass tembus pandang, yang membuat lukisan tersebut melayang di udara.

12. National Museum of Anthropology, Mexico City
Didirikan pada tahun 1964, museum ini didedikasikan untuk kebudayaan dan sejarah Meksiko sebelum masa Hispanik, atau masa kolonialisme Spanyol.

Museum ini memiliki 23 ruang pamer yang berisi berbagai macam artefa. Termasuk peninggalan dari peradaban bangsa Maya.

Itu baru 12 museum lho, dan masih ada banyak lagi museum, galeri, situs arkeologi yang bisa "dikunjungi" lewat Google Arts & Culture.

Sudah pasti jalan-jalan virtual ini akan membuat masa isolasi Anda tidak begitu membosankan.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved