Cegah Omicron Masuk, Kementerian Kesehatan Perketat Karantina bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri

Kebanyakan kasus Omicron di Indonesia berasal dari luar negeri, Kementerian Kesehatan perketat aturan karantina

Editor: AC Pinkan Ulaan
Pexels.com/Cottonbro
Kementeriak Kesehatan akan memperketan aturan karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri. Keterangan foto: (Ilustrasi wabah dan karantina). 

WARTA KOTA TRAVEL -- Sebagai upaya mencegah masuknya virus corona 2 varian Omicron, yang membonceng orang yang datang dari luar negeri, Pemerintah Republik Indonesia (RI) akan memperketat karantina bagi pendatang dari luar negeri.

"Kami harus melindungi 270 juta masyarakat yang saat ini kondisinya sudah baik. Tolong dipahami bahwa proses karantina kedatangan perjalanan luar negeri adalah untuk melindungi warga kita dari penularan virus Covid-19, termasuk Omicron," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam konferensi pers virtual perkembangan kasus Omicron, Senin (27/12).

Upaya pengetatan karantina ini disertai penggunaan teknologi baru untuk tes PCR yang bisa melihat marker omicron.

Alat tersebut sudah disebarkan di seluruh pintu-pintu masuk negara.

Dengan demikian identifikasi Omicron bisa dilakukan lebih cepat dalam waktu 4 sampai 6 jam.

Bertambah

Hingga Senin (27/12), perkembangan kasus konfirmasi Omicron di Indonesia telah mencapai 46 kasus, hampir seluruh kasus merupakan pelaku perjalanan luar negeri.

Menurut rilis pers di laman Kementerian Kesehatan, berdasarkan hasil pemeriksaan spesimen oleh Badan Litbangkes, teridentifikasi tambahan kasus Omicron sebanyak 27 orang.

Saat ini sebagian besar telah menjalani karantina di Wisma Atlet dan sebagian lagi di RSPI Sulianti Saroso.

Dengan tambahan kasus ini, total kasus terkonfirmasi Omicron di Indonesia sudah 46 kasus sejak pertama kali dilaporkan pada 16 Desember lalu.

Kasus Omicron tersebut terdeteksi di saat para pelaku perjalanan internasional tiba di Indonesia dan menjalani karantina 10 hari.

Kementerian Kesehatan juga melakukan pengendalian dan pencegahan virus Covid-19, terutama varian Omicron, dengan pengetatan protokol kesehatan, surveilans, vaksinasi, dan perawatan.

Di Indonesia aja

Terkait protokol kesehatan, Menkes Budi menghimbau masyarakat untuk tidak bepergian ke luar negeri kalau bukan urusan penting dan mendesak.

"Tidak usah pergi ke luar negeri kalau tidak sangat urgent, karena sekarang sumber penyakitnya ada di sana. Dan semua orang yang kembali kita lihat banyak yang terkena Omicron. Jadi lindungilah diri kita jangan pergi ke luar negeri," kata Budi.

Di samping itu, Kemenkes akan mendatangkan 15 mesin genome sequencing yang akan disebar ke beberapa wilayah di Indonesia mulai tahun depan.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak berlibur ke luar negeri, kecuali pekerjaan-pekerjaan yang memaksa harus pergi ke luar negeri. (*)

"Pemerintah kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri jika bukan sesuatu yang benar-benar urgent," ucap Menko Luhut.

Dia lebih merekomendasikan masyarakat untuk berwisata domestik, karena selain lebih aman dari penularan Omicron, juga dapat membantu akselerasi pemulihan ekonomi domestik.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved