Sandiaga Imbau Masyarakat Liburan Nataru di Indonesia Saja

Meteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengimbau agar masyarakat berwisata di Indonesia saja selama Liburan Natal dan Tahun Baru.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Wartakotalive.cpm/layar tangkap zoom
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengimbau agar masyarakat berwisata di Indonesia saja selama Liburan Natal dan Tahun Baru. Keterangan foto: (ilustrasi) Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dalam wawancara khusus dengan Tribunnetwork, Rabu (10/2/2021). 

WARTA KOTA TRAVEL -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno kembali mengingatkan agar masyarakat menunda bepergian ke luar negeri, di masa liburan Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

“Jika tidak ada keperluan mendesak dan super penting maka rekomendasinya tidak melakukan perjalanan ke luar negeri," kata Sandi yang dilansir laman resmi Kemenparekraf.

Hal ini berkaitan dengan meningkatnya kasus Covid-19 varian Omicron di sejumlah negara Eropa.

Sandi menyarankan Untuk yang ingin melakukan kegiatan wisata di Indonesia saja.

"Kami melihat mulai adanya kesadaran para pelaku parekraf untuk menerapkan protokol kesehatan, dan itu saya pantau sendiri di Bali dan beberapa destinasi wisata,” tambahnya.

Dengan melakukan kegiatan wisata dan ekonomi kreatif di dalam negeri akan berdampak positif terhadap kebangkitan ekonomi dalam negeri, dengan terbukanya lapangan kerja.

Karantina 14 hari

Sandiaga juga menjelaskan, untuk mengantisipasi adanya kasus Omicron impor, pemerintah tetap memberlakukan karantina selama 10 hari bagi pelaku perjalanan luar negeri.

Pasalnya, saampai pertengahan Desember terpantau 4.000 pelaku perjalanan luar negeri, baik yang keluar maupun masuk.

Pemerintah telah menaikkan jumlah hari karantina terpusat menjadi 14 hari.

"Terutama untuk yang masuk dari luar negeri, karena dari seluruh kasus Covid-19 yang hadir di Indonesia datangnya dari luar negeri,” ujarnya.

Perintah dari Presiden Joko Widodo, lanjut Sandiaga, adalah jangan sampai terlambat menyikapi Omicron,.

Karena itu Indonesia menambah 4 lagi negara, yang untuk sementara ini kedatangan dari sana dilarang masuk ke Indonesia, yaitu Inggris, Denmark, Norwegia, Hongkong.

“Proses skrining harus betul-betul diperketat, karantina terpusat dilakukan dengan ketat dan dilakukan juga vaksinasi. Kami akan terus berkoordinasi dengan K/L untuk menentukan kebijakan yang terbaik saat Natal dan Tahun Baru berbasis data. Dan kami sangat faktual dan taktis menyampaikan saat libur Natal dan Tahun Baru diperbolehkan namun protokol kesehatannya diimplementasikan,” katanya.

Menurut data dan survei yang dilakukan Balitbang Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dengan dibatalkannya PPKM level 3 di seluruh Indonesia terdapat potensi sebesar 7,1 persen atau 11 juta orang yang diperkirakan akan melakukan perjalanan pada momen liburan Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

Tinggi

Antusiasme warga untuk bepergian saat liburan Natal dan Tahun Baru cukup tinggi.

Data dari Angkasa Pura (AP) II per hari Minggu (19/12/2021) terdapat 800 pergerakan pesawat (take off dan landing) di Bandara Soekarno Hatta, atau 65 persen dari saat normal sebelum pandemi di mana terdapat 1.200 pergerakan pesawat.

Di Bali sendiri tercatat sudah ada 25.000 orang yang datang, baik dari darat maupun udara.

Untuk itu, Kemenparekraf terus meningkatkan sertifikasi CHSE sebagai jaminan bahwa produk dan pelayanan yang diberikan sudah memenuhi gold standard dan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin, serta menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved