Mau Liburan Nataru ke Bogor? Simak Aturan PPKM yang Berlaku di Sana ya

Inilah aturan yang diberlakukan Pemkab Bogor di tempat wisata selama Liburan Nataru.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Istimewa
Tempat wisata, pusat perbelanjaan, dan mall di Kabupaten Bogor boleh beroperasi selama liburan Nataru, namun harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Keterangan foto (Ilustrasi) Boash Water Park di Desa Bantarkambing, Kabupaten Bogor. 

WARTA KOTA TRAVEL-- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tak melarang wisatawan datang ke wilayahnya, selama Liburan Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Hanya saja, para wisatawan harus memahami aturan yang diberlakukan Pemkab Bogor selama masa itu, dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Pemkab Bogor sendiri telah menetapkan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2  hingga 3 Januari 2022.

Bersamaan dengan perpanjangan PPKM Level 2, Pemkab Bogor juga mengeluarkan sejumlah kebijakan terkait libur Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Aturan-aturan itu ialah:

1. Untuk Perayaan Tahun Baru 2022, Pemkab Bogor melarang pawai dan arak-arakan Tahun Baru.

2. Acara Old and New Year atau pesta Tahun Baru, baik baik di ruangan terbuka maupun tertutup, yang berpotensi menimbulkan kerumunan juga dilarang.

"Perayaan Tahun Baru 2022 sedapat mungkin dilakukan bersama keluarga untuk menghindari kerumunan," kata Bupati Bogor Ade Yasin, Jumat (17/12/2021).

3. Begitu pun kegiatan di lingkungan permukiman masing-masing yang berpotensi menimbulkan kerumunan sebaiknya dihindari.

4. Pusat perbelanjaan dan tempat wisata wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk memantau pengunjung masuk dan keluar.

"Hanya pengunjung dengan status kategori hijau yang diperkenankan masuk," kata Ade.

5. Pusat perbelanjaan dan tempat wisata harus melakukan pembatasan jumlah pengunjung tidak melebihi 75 persen dari kapasitas total serta menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat.

6. Perayaan Tahun Baru juga tidak diizinkan di tempat wisata, pusat perbelanjaan, dan mall. Pemkab Bogor hanya mengizinkan pameran UMKM yang boleh diselenggarakan di pusat perbelanjaan atau mall.

7. Jam operasional Pusat Perbelanjaan dan mall serta tempat wisata yang semula pukul 10.00-21.00 diperpanjang menjadi pukul 09.00-22.00, untuk mencegah kerumunan pada jam-jam tertentu.

8. Kegiatan makan dan minum di dalam pusat perbelanjaan, mall, dan tempat wisata dapat dilakukan dengan pembatasan kapasitas maksimal 75 persen, dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

"Kami melarang pesta perayaan Tahun Baru dengan kerumunan di tempat wisata, baik secara terbuka maupun tertutup. Selain itu penggunaan pengeras suara yang menyebabkan orang berkumpul secara masif juga tidak diperbolehkan," ujar bupati dari partai PPP ini.

Untuk mengontrol wisatawan ke Puncak, Pemkab Bogor akan memberlakukan kebijakan ganjil genap selama libur Nataru.

Ade Yasin mengatakan aturan-aturan ini selaras dengan kebijakan pemerintah pusat.

“Masyarakat wajib menerapkan protokol kesehatan dengan cara menggunakan masker yang baik dan benar, mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak dan menghindari kerumunan yang berpotensi penularan,” tandas Ade Yasin. (Hironimus Rama)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved