Tes PCR dan Karantina adalah Skrining yang Dianjurkan WHO dan IATA untuk Cegah Penyebaran Omicron

Anjuran protokol bepergian antar-negara dari WHO yang juga direkomendasikan IATA.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Kompas.com
WHO telah mengeluarkan anjuran protokol perjalanan antar-negara, untuk mengurangi risiko penularan varian Omicron. Keterangan foto: Ilustrasi boarding pass. 

WARTAKOTALIVE.COM - Pandemi Covid-19 memasuki perkembangan baru dengan melonjaknya kasus varian Omicron di wilayah Eropa.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia 'WHO', varian dari SARS-CoV-2 bernomor B.1.1.529 ini memiliki karakter tingkat penularan yang lebih tinggi, sehingga kewaspadaan harus ditingkatkan.

Karena itu sejak akhir November lalu WHO mengeluarkan imbauan pengetatan perjalanan antar-negara, sebagai upaya pencegahan penyebaran varian Omicron ini.

Selain itu Organisasi Kesehatan Dunia ini juga merekomendasikan protokol bepergian yang lebih sesuai protokol kesehatan.

Protokol dari WHO ini pun diadopsi oleh International Air Transport Association (IATA), yang meminta pemerintah setiap negara agar mengikuti anjuran WHO ini.

Skrining

Anjuran WHO itu adalah, setiap negara menerapkan skrining berlapis-lapis bagi pelaku perjalanan antar-negara.

Protokol itu diterapkan kepada calon penumpang yang akan berangkat ke luar negeri, untuk mencegah ekspor virus ke negara lain.

Hal yang sama juga diterapkan kepada penumpang yang baru datang dari luar negeri, untuk mencegah virus impor.

Bentuk skrining yang dianjurkan adalah melakukan pemeriksaan Covid-19 menggunakan metode PCR untuk setiap penumpang.

Selain itu menerapkan kewajiban karantina bagi penumpang kedatangan, sebagai langkah mencegah impor virus.

Aturan rinci protokol ini harus dibuat oleh otoritas kesehatan setiap negara, seturut asesmen risiko di wilayah masing-masing.

Menunda bepergian

Organisasi Kesehatan Dunia ini juga menganjurkan agar orang berusia 60 tahun ke atas yang belum mendapat vaksinasi Covid-19 lengkap, atau tak memiliki bukti tertulis pernah mengidap Covid-19, atau memiliki masalah kesehatan agar menunda bepergian karena memiliki risiko tinggi tertular.

Namun WHO tidak menganjurkan larangan bepergian secara total yang berlaku bagi semua orang, karena terbukti tidak mencegah penyebaran virus antar-negara, dan malah menimbulkan beban bagi masyarakat.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved