Nikmati Serabi Cirebon di Pasar Rawalumbu, Kota Bekasi

Penganan tradisional serabi mulai langka tapi masih bisa ditemui di beberapa tempat. Salah satunya di Pasar Rawalumbu, Kota Bekasi.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
Serabi Cirebon ala Pondok Serabi Berkah di Kawasan Rawalumbu, Kota Bekasi. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Serabi atau surabi adalah camilan pasar yang bisa ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.

Karena itu meski namanya sama-sama serabi, tapi tampilannya bisa berbeda-beda tergantung daerahnya.

Di Jawa Barat kudapan ini disebut dengan sorabi atau surabi, yang disajikan dengan isian oncom dan penganan asin lainnya. Karena itu sering disebut serabi ala Sunda.

Sementara di Jawa Tengah dan Jawa Timur, serabi umumnya dihidangkan dengan kuah santan bergula yang manis.

 

Sementara khusus di Solo, yang juga wilayah Jawa Tengah, serabinya tampil sangat tipis sehingga bisa digulung.

Yang orisinal tak ada topping atau taburan, namun zaman sekarang bisa ditaburi cokelat meses, potongan buah nangka, dan serundeng.

Kue Serabinya sendiri biasanya terbuat dari tepung beras. Namun ada juga yang menggunakan tepung terigu.

Serabi di Kota Bekasi

Saat ini serabi sudah sulit ditemui, namun peminatnya rupanya masih banyak. Terutama para pecinta kuliner jajanan tradisional.

Bila sedang kangen penganan yang satu ini, bolelah datang ke Pondok Serabi Berkah yang berada di Rawalumbu, Kota Bekasi.

"Ini jajanan tradisional, masih banyak yang minat," ucap Dul kepada Warta Kota, di kedainya pada Minggu (14/11/21).

Yang dijualnya adalah serabi Cirebon yang sebenarnya serabi Sunda, dengan varian rasa yang ditawarkan adalah cokelat, pisang, oncom, nangka, abon, original, kacang, dan telur.

"Saya sudah variasikan lebih banyak lagi. Tadi awalnya hanya original, oncom dan pisang saja. Tetapi karena permintaan pembeli tambah lagi varian rasanya, jadi saya tambah lagi," kata Dul.

Dul, pemilik Pondok Serabi Berkah, di balik wajan-wajan serabinya. Dia ingin melestarikan penganan tradisional daerahnya.
Dul, pemilik Pondok Serabi Berkah, di balik wajan-wajan serabinya. Dia ingin melestarikan penganan tradisional daerahnya. (Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti)

 

Melestarikan kue tradisional

Pria berusia 44 tahun ini mengaku, dia memang ingin berjualan kue tradisional guna melestarikan makanan kue tradisional khas daerahnya.

Pasalnya sekarang semakin banyak jajanan modern yang ada di masyarkat, bahkan sampai ke kampung-kampung.

"Ya, saya di sini sudah tiga tahun jualan. Kenapa masih jualan serabi? Karena saya ingin melestarikan resep keluarga agar kue tradisional masih bertahan di era sekarang," katanya.

Harga serabi buatannya boleh dikata murah meriah. Untuk varian rasa yang sama dibanderol dengan harga Rp3.000 per buah.

Sumber: Warta Kota

Halaman selanjutnya

Banyak peminat

...

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved