CHSE dan PeduliLindungi Menjadi Syarat Pembukaan Kembali Pariwisata Kepulauan Seribu

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu berupaya agar pariwisata di Kepulauan Seribu bisa berjalan kembali mulai 4 Oktober 2021.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Sudin Parbud Kepulauan Seribu
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu berupaya agar pariwisata di Kepulauan Seribu bisa berjalan kembali mulai 4 Oktober 2021. Keterangan foto: (Ilustrasi) Suasana dermaga di cottage dan restoran Pulau Macan, Kepulauan Seribu. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu sedang berbenah agar pariwisata Kepulauan Seribu bisa berjalan lagi.

Dua hal yang saat ini sedang dikerjakan adalah, pertama membantu pelaku industri pariwisata di Kepulauan Seribu memperoleh sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Lalu yang kedua adalah menyiapkan sistem PeduliLindungi di sejumlah titik di Kepulauan Seribu.

Syarat

Dua hal itu adalah syarat yang ditetapkan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi untuk melakukan uji coba pembukaan kawasan wisata.

“Kami sedang melengkapi catatan yang diberikan, seperti penerapan CHSE di pulau permukiman baik homestay dan tempat wisata pantai, serta pulau resor," ujar Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi, Senin (27/9/2021).

Saat ini pihaknya telah menetapkan sejumlah titik untuk penempatan QR Code aplikasi PeduliLindungi, seperti dermaga-dermaga yang merupakan akses ke Kepulauan Seribu.

"Jadi QR Code nanti ditempatkan di dermaga keberangkatan seperti di (Dermaga) Kali Adem dan Dermaga Marina Ancol, serta dermaga kedatangan di pulau-pulau," ujar Junaedi.

Izin operasi

Apabila seluruh syarat tersebut sudah terpenuhi, maka diharapkan pada saat uji coba pembukaan tempat wisata tahap III, Kepulauan Seribu mendapat izin untuk kembali beroperasi.

"Mudah-mudahan pada tahap ketiga tanggal 4 Oktober nanti sudah bisa uji coba pembukaan wisata di Kepulauan Seribu," kata Junaedi.

Pembukaan kembali pariwisata di Kepulauan Seribu adalah hal yang sangat krusial bagi warga setempat, karena pariwisata sudah menjadi sumber nafkah mereka.

"Sektor wisata di Pulau Seribu merupakan potensi tenaga kerja dan ekonomi kreatif," ujar Junaedi. (Junianto Hamonangan)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved