Penyematan Pendaki di Gunung Rakaposhi, Penyelamatan dengan Helikopter Gagal karena Cuaca Buruk

Cuaca buruk mengambat upaya penyelamatan tiga pendaki gunung dari Gunung Rakaposhi, Pakistan.

Editor: AC Pinkan Ulaan
wikimedia.org/M Jameel ahmed - Own work, CC BY-SA 4.0
Cuaca buruk mengambat upaya penyelamatan tiga pendaki gunung dari Gunung Rakaposhi, Pakistan. Keterangan foto: (Ilustrasi) Gunung Rakaposhi di Distrik Gilgit - Baltistan, Pakistan, adalah salah satu gunung di Pakistan yang menjadi favorit pendaki manca negara. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Upaya menyelamatkan tiga pendaki gunung yang terjebak di Gunung Rakaposhi (7.788m) ternyata tidak mudah.

Angin kencang menggagalkan semua upaya yang dilakukan oleh Tim SAR. 

Tiga pendaki yang terdampar di Camp 3 pada ketinggian 6.900 meter mungkin perlu menyelamatkan diri dengan bergerak turun.

Upaya itu akan menyakitkan karena setidaknya dua dari mereka dilaporkan sakit atau terluka akibat mengalami frostbite.

Rute pendakian Gunung Rakaposhi (7.788m) di Pakistan.
Rute pendakian Gunung Rakaposhi (7.788m) di Pakistan. (istimewa)

Hari baru sempat membawa harapan bagi Jakub Vlcek, Peter Macek, keduanya dari Republik Ceska, dan Wajidullah Nagri asal Pakistan yang terjebak di ketinggian 6.900m.

Cuaca cerah memungkinkan helikopter untuk lepas landas pagi ini.

Terbang seringan mungkin —pilot tentara Pakistan bahkan mencopot kursi dan pintu— mereka berhasil mencapai ketinggian hampir 7.000 m.

Mereka terbang sekitar 20m di atas tenda pendaki yang terdampar.

Seperti yang dikonfirmasi Abdul Joshi kemudian, pilot melihat salah satu pria keluar dari tenda.

Para pilot mendiskusikan apakah memungkinkan untuk melakukan long-lining atau mengangkat orang dengan tali panjang.

Sayangnya, ketinggian ekstrem dan angin yang bertambah kencang memaksa helikopter berbelok ke rencana B.

Rencana B

Sore hari, Abdul Joshi dan Karim Hayat naik helikopter, siap untuk diturunkan di suatu tempat di punggungan barat daya pada ketinggian sekitar 6.000 m.

Abdul Joshi mengkonfirmasi situasi pada saat itu dalam video ini (dalam bahasa Urdu), dibagikan di Twitter oleh Imran Thaheem.

Namun, pada saat itu, angin begitu kencang sehingga pilot tidak bisa menurunkan penyelamat tinggi-tinggi di gunung.

Pada akhirnya, mereka meninggalkan Hayat di kamp pangkalan ekspedisi, sehingga dia bisa mempelajari rute dari titik awalnya.

Helikopter lalu membawa Joshi kembali.

Pesimistis

Kembali ke darat, pilot dan penyelamat merasa pesimis.

Selain angin, tampaknya tidak ada tempat aman di punggung bukit untuk menurunkan penyelamat, kata Karim Shah Nizari kepada Explorersweb.com.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved