Jemaah Umrah Indonesia Masih Belum Boleh Datang, KJRI Jeddah Terus Negosiasi

Indonesia masih belum bisa mengirim jemaah umrah, karena Pemerintah Arab Saudi belum mencabut larangan berkunjung bagi jemaah asal Indonesia. K

Editor: AC Pinkan Ulaan
Twitter/ReasahAlharmain
Indonesia belum bisa mengirim jemaah umrah karena Pemerintah Arab Saudi belum mencabut larangan berkunjung bagi jemaah asal Indonesia. Keterangan foto: (Ilustrasi) Suasana Tawaf pada fase 1 pemulihan ibadah umrah pada Oktober 2020. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Kerajaan Saudi Arabia sudah memperbolehkan ekspatriat asal Indonesia masuk kembali ke Kerajaan tersebut, asal memeuhi persyaratan kesehatan yang ditetapkan.

Kabar ini merupakan kemajuan mengingat sebelumnya pesawat dari Indonesia tak boleh mendarat di Saudi, karena situasi Covid-19 di Indonesia sedang tinggi.

Hanya saja, untuk saat ini Pemerintah Saudi belum mengizinkan jemaah umrah Indonesia untuk datang.

Sebagaimana diwartakan dalam siaran pers Kementerian Agama Republik Indonesia, Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali, menyatakan bahwa belum ada kebijakan baru dari Pemerintah Saudi, terkait jemaah umrah Indonesia.

Dengan demikian pihaknya masih terus melakukan koordinasi, baik dengan Kementerian Haji maupun Kementerian Kesehatan Saudi, untuk masalah ini.

“Sampai hari ini belum ada kebijakan baru dari Arab Saudi terkait jemaah umrah Indonesia,” kata Endang Jumali yang dilansir laman Kementerian Agama, Kamis (26/8/2021).

Menurut Endang, kebijakan Saudi yang terbaru adalah mencabut larangan terbang langsung dari sejumlah negara, yang sebelumnya terkena pemblokiran.

Tapi hanya bagi warga asing (termasuk Indonesia) yang memiliki izin tinggal atau resident permit di Saudi yang boleh masuk.

Persyaratan vaksinasi

Persyaratan yang harus dipenuhi, lanjut Endang, cukup ketat. Pertama, harus sudah vaksinasi lengkap (dua dosis) menggunakan merek vaksin yang diakui Saudi.

Kedua, vaksinasi tersebut dilakukan di Saudi sebelum warga asing tersebut pulang ke negaranya.

Ketiga, ketika tiba di Saudi, mereka harus menjalankan protokol kesehatan yang ditetapkan otoritas kesehatan Saudi.

“Jadi belum ada kebijakan baru terkait jemaah umrah Indonesia,” kata Endang menegaskan.

Namun begitu, kata Endang, otoritas penerbangan Arab Saudi 'GACA' pada 24 Agustus 2021 meminta maskapai penerbangan mewajibkan setiap penumpang umrah memiliki sertifikat vaksinasi lengkap (dua dosis) yang diakui oleh Saudi.

Sampai saat ini Pemerintah Saudi baru mengakui empat merek vaksin Covid-19, yakni Pfizer-BioNTech, AstraZeneca, Moderna, serta Jhonson and Jhonson. (*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved