Inilah Syarat Perjalanan Dalam Negeri Terbaru di Masa PPKM Level 4

Persyaratan bepergian jarak jauh kembali disesuaikan, di masa PPKM Level 4 dan 3 pada 10-16 Agustus 2021.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Angga Baghya N
Tes Covid-19 dengan hasil negatif, serta serifikat vaksinasi Covid-19 masih menjadi syarat bepergian di masa PPKM Level 4 dan 3. Keterangan foto: Pemeriksaan PCR di Kecamatan Matraman pada 28 Juli 2020. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Bepergian di masa pandemi Covid-19 ini memang sulit, karena aturannya merepotkan dan sering kali berubah.

Bahkan saat ini pun ada protokol dan persyaratan baru untuk perjalanan dalam negeri, seiring dengan perpanjang masa PPKM Level 4 dan Level 3 di wilayah Jawa dan Bali.

Hal itu termaktub dalam Surat Edaran Kepala Satgas Covid-19 Nomor 17 tahun 2021, tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Covid-19.

Secara garis besar protokol terbaru ini mirip dengan protokol sebelumnya, namun ada penyesuaian lebih detail, sehingga pelaku perjalanan harus teliti membacanya.

Mengingat segala kerepotan ini, mungkin memang lebih baik tidak bepergian ke tempat yang jauh dulu untuk sementara waktu ini, sampai wabah Covid-19 mereda dan protokol perjalanan lebih longgar.

Jenis moda transportasi

1. Transportasi udara

- Sudah divaksinasi minimal dosis 1 dengan menunjukkan kartu atau sertifikat vaksinasi.

- Hasil negatif dari tes PCR dengan sampel diambil 2 x 24 jam sebelum keberangkatan untuk perjalanan ke dan dari Jawa, Bali, dan wilayah dengan kategori PPKM level 4 dan 3.

- Hasil negatif dari tes PCR dengan sampel diambil 2 x 24 jam sebelum keberangkatan bila baru menerima vaksinasi dosis 1 untuk pelaku perjalanan antar-kota dan antar-kabupaten di Pulau Jawa dan Bali.

- Hasil negatif dari tes rapid antigen dengan sampel diambil 1 x 24 jam sebelum keberangkatan bila sudah menerima vaksinasi dosis 2 untuk pelaku perjalanan antar-kota dan antar-kabupaten di Pulau Jawa dan Bali.

- Hasil negatif dari tes tes PCR dengan sampel diambil 2 x 24 jam atau rapid antigen dengan sampel diambil 1 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan dari dan ke daerah di luar Pulau Jawa dan Bali.

- Semua aturan di atas dikecualikan untuk moda transportasi perintis, termasuk di wilayah perbatasan, daerah tertinggal, terdepan, terluar.

2. Transportasi darat dan laut

- Pelaku perjalanan antar kota dari dan ke Pulau Jawa dan Bali, dengan moda transportasi laut, penyeberangan, transportasi darat menggunakan kendaraan pribadi dan umum, serta kereta api harus sudah divaksinasi minimal dosis pertama, yang dibuktikan dengan menunjukkan kartu vaksinasi.

- Pelaku perjalanan antar kota dari dan ke Pulau Jawa dan Bali dan wilayah dengan kategori PPKM level 4 dan 3, dengan moda transportasi laut, penyeberangan, transportasi darat menggunakan kendaraan pribadi dan umum, serta kereta api wajib menunjukkan kartu vaksinasi minimal dosis pertama.

- Pelaku perjalanan antar kota dari dan ke Pulau Jawa dan Bali dan wilayah dengan kategori PPKM level 4 dan 3, dengan moda transportasi laut, penyeberangan, transportasi darat menggunakan kendaraan pribadi dan umum, serta kereta api wajib memiliki hasil negatif dari tes PCR dengan sampel diambil 2 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau Hasil negatif dari tes rapid antigen dengan sampel diambil 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

- Pelaku perjalanan antar-kota dan antar-kabupaten di Pulau Jawa dan Bali dengan moda transportasi laut, penyeberangan, transportasi darat menggunakan kendaraan pribadi dan umum, serta kereta api harus sudah divaksinasi Covid-19 minimal dosis pertama.

- Pelaku perjalanan antar-kota dan antar-kabupaten di Pulau Jawa dan Bali dengan moda transportasi laut, penyeberangan, transportasi darat menggunakan kendaraan pribadi dan umum, serta kereta api wajib memiliki hasil negatif dari tes PCR dengan sampel diambil 2 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau Hasil negatif dari tes rapid antigen dengan sampel diambil 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

- Pelaku perjalanan antar-kota dan antar-kabupaten di luar Pulau Jawa dan Bali yang ditetapkan sebagai daerah kategori PPKM Level 1 dan 2, menggunakan moda transportasi laut, penyeberangan, transportasi darat menggunakan kendaraan pribadi dan umum, serta kereta api harus menunjukkan hasil negatif dari tes tes PCR dengan sampel diambil 2 x 24 jam, atau rapid antigen dengan sampel diambil 1 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan dari dan ke daerah di luar Pulau Jawa dan Bali.

- Khusus perjalanan rutin dengan transportasi darat, baik pribadi maupun umum, serta kereta api dalam satu wilayah aglomerasi tidak perlu memiliki hasil negatif pemeriksaan Covid-19 dan kartu caksinasi Covid-19. Namun mereka diwajibkan memiliki Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) atau surat tugas, atau surat keterangan perjalanan lainnya.

- Semua aturan di atas dikecualikan untuk moda transportasi perintis, termasuk di wilayah perbatasan, daerah tertinggal, terdepan, terluar.

Dokumen perjalanan

Syarat Perjalanan menurut Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 17 Tahun 2021.

1. Vaksinasi Covid-19

Vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu syarat bepergian dalam negeri bagi pelaku perjalanan sebagai berikut:

- Menggunakan transportasi udara, laut, penyeberangan, transportasi darat menggunakan kendaraan pribadi dan umum, serta kereta api untuk perjalanan ke dan dari Jawa, Bali, dan wilayah dengan kategori PPKM level 4 dan 3.

- Menggunakan transportasi udara, laut, penyeberangan, transportasi darat menggunakan kendaraan pribadi dan umum, serta kereta api, untuk perjalanan antar-kota dan antar-kabupaten di Pulau Jawa dan Bali.

Syarat wajib vaksinasi tidak berlaku bagi:

- Pelaku perjalanan kendaraan logistik dan transportasi barang

- Pelaku perjalanan dengan kondisi kesehatan khusus, atau memiliki penyakit komorbid yang menyebabkan dirinya tidak dapat menerima vaksin Covid-19. Untuk itu mereka wajib membawa surat keterangan dokter dari rumah sakit Pemerintah, yang menyatakan bahwa mereka belum atau tak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19 karena alasan kesehatan.

2. Tes PCR

Pelaku perjalanan harus memiliki hasil negatif tes PCR, yang sampelnya diambil 2 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Persyaratan ini berlaku untuk pelaku perjalanan sebagai berikut:

- Menggunakan transportasi udara, laut, penyeberangan, transportasi darat menggunakan kendaraan pribadi dan umum, serta kereta api untuk perjalanan ke dan dari Jawa, Bali, dan wilayah dengan kategori PPKM level 4 dan 3, dan sudah divaksinasi dosis 1..

- Baru mendapat dosis pertama vaksin Covid-19, dan bepergian menggunakan transportasi udara untuk perjalanan antar-kota dan antar-kabupaten di Pulau Jawa dan Bali.

- Menggunakan moda transportasi laut, penyeberangan, transportasi darat menggunakan kendaraan pribadi dan umum, serta kereta api untuk perjalanan antar-kota dan antar-kabupaten di Pulau Jawa dan Bali, dan sudah divaksinasi dosis 1.

- Perjalanan dari dan ke daerah di luar Pulau Jawa dan Bali, perjalanan antar-kota dan antar-kabupaten di luar Pulau Jawa dan Bali yang ditetapkan sebagai daerah kategori PPKM Level 1 dan 2, menggunakan moda transportasi laut, penyeberangan, transportasi darat menggunakan kendaraan pribadi dan umum, serta kereta api .

3. Tes Rapid antigen

Hasil negatif tes rapid antigen, yang sampelnya diambil 1 x 24 jam sebelum keberangkatan, boleh digunakan sebagai syarat perjalanan untuk kriteria sebagai berikut:

- Pelaku perjalanan sudah menerima vaksinasi dosis 2 untuk bepergian antar-kota dan antar-kabupaten di Pulau Jawa dan Bali menggunakan pesawat udara.

- Pelaku perjalanan antar kota dari dan ke Pulau Jawa dan Bali dan wilayah dengan kategori PPKM level 4 dan 3, dengan moda transportasi laut, penyeberangan, transportasi darat menggunakan kendaraan pribadi dan umum, serta kereta api.

- Pelaku perjalanan antar-kota dan antar-kabupaten di Pulau Jawa dan Bali dengan moda transportasi laut, penyeberangan, transportasi darat menggunakan kendaraan pribadi dan umum, serta kereta api dan sudah divaksinasi Covid-19 minimal dosis pertama.

- Perjalanan dari dan ke daerah di luar Pulau Jawa dan Bali, perjalanan antar-kota dan antar-kabupaten di luar Pulau Jawa dan Bali yang ditetapkan sebagai daerah kategori PPKM Level 1 dan 2, menggunakan moda transportasi laut, penyeberangan, transportasi darat menggunakan kendaraan pribadi dan umum, serta kereta api.

Protokol kesehatan

Setiap pelaku perjalanan juga wajib mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan, yakni memakai masker, menjaga jarak dan mengindari kerumunan, serta mencuci tangan memakai sabun atau hand sanitizer.

Pemakaian masker juga harus benar, yakni meutupi hidung, mulut, dan dagu.

Jenis masker yang digunakan adalah masker medis atau masker kain 3 lapis.

Selama perjalanan menggunakan transportasi umum, baik darat, udara, laut, dan kereta api, penumpang tidak boleh bicara satu sama lain, atau berbicara lewat telepon.

Selain itu, penumpang juga tidak boleh makan dan minum dalam perjalanan udara yang durasinya kurang dari 2 jam.

Namun untuk aturan soal makan dan minum itu ada pengecualian bagi penumpang, yang harus mengonsumsi obat dalam rangka pengobatan, yang dapat membahayakan keselamatan dan kesehatannya bila tidak dilakukan. (*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved