Kalau Pesiar ke Mal Harus Tetap Disiplin Protokol 3M ya

Protokol kesehatan 3M merupakan habitus baru masyarakat yang akan hidup berdampingan dengan Covid-19.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Desy Selviany
Aplikasi PeduliLindungi kini juga digunakan untuk mendata masyarakat yang berkunjung ke pusat perbelanjaan. Meski mal sudah dibuka kembali, dan ada sistem pencatatan berbasis aplikasi, namun masyarakat tetap harus disiplin melakukan 3M. Keterangan foto: Lippo Mal Puri, Kembangan, Jakarta Barat, telah menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk mendata pengunjung. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Akhirnya masyarakat Jakarta bisa berbelanja ke mal lagi, setelah 5 pekan lebih mal tutup di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat yang dilanjutkan PPKM Level 4.

Hal ini berkat kebijakan Pemerintah Republik Indonesia (RI), yang melakukan uji coba pembukaan pusat perbelanjaan di DKI Jakarta, Kota Bandung, Kota Semarang, dan Kota Surabaya, di masa perpanjang ke-3 PPKM Level 4 yang berlangsung pada 10-16 Agustus 2021..

Namun sebelum bergegas menuju mal, ada baiknya Anda mengunduh dan memasang aplikasi PeduliLindungi di telepon pintar, karena untuk masuk ke mal, masyarakat harus memiliki aplikasi ini.

Aplikasi itu bukan saja berfungsi untuk menunjukkan sertifikat vaksinasi Covid-19, melainkan juga dipakai untuk mencatatat jumlah pengunjung yang datang dalam satu waktu.

Langkah ini untuk memastikan langkah pembukaan mal ini tidak akan memunculkan klaster pusat perbelanjaan.

Habitus baru

Meski sekarang sudah menggunakan sistem yang terkoneksi dengan NAR (New All Record) Kementerian Kesehatan, namun Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, tetap mengingatkan masyarakat bahwa kedisiplinan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) tetap harus dilakukan.

Bahkan 3M ini harus dianggap sebagai habitus baru dalam kehidupan manusia pada saat ini dan di masa depan, yang tampaknya akan hidup bersampingan dengan virus corona 2.

“PPKM Level 4 sudah mulai membuka mal, pasar buka, tempat ibadah buka, dengan ketentuan kapasitas jam-jam tertentu. Tetap kami minta agar lebih disiplin lagi, supaya kita lebih signifikan lagi menurunkan angka penurunannya, supaya lebih baik lagi,” kata Riza, saat melihat pembukaan kembali Mal Kota Kasablanka, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (10/8/2021).

Ariza, panggilan akrab Wagub, tampaknya sangat memahami karakter masyarakat Ibu Kota, yang sering kendor dalam hal kediplinan, dan mudah melupakan peristiwa yang sudah terjadi.

Sumber: Warta Kota

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved