Eko Yuli Irawan Dilanda Kebosanan saat Menjalani Karantina di Hotel Bintang 5

Meski dikarantina di hotel bintang lima, Eko Yuli mengalami kebosanan luar biasa.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Rafsanjani Simanjorang
Eko Yuli Irawan, Lifter Indonesia peraih medali perak di Olimpiade Tokyo 2020, tetap harus melakukan karantina sepulangnya dari Tokyo. 

WARTA KOTA -- Setiap orang yang masuk ke Indonesia dari luar negeri wajib melakukan karantina selama 8 hari.

Kewajiban ini berlaku untuk semua orang, tidak pandang bulu, bahkan tidak pandang medali dari pesta olahraga olimpiade.

Karena itu lifter Indonesia, Eko Yuli Irawan, juga harus melakukan karantina selama 8 hari itu, meski dia menyumbangkan medali perak Olimpiade Tokyo 2020 bagi Indonesia.

Kini Eko telah mengakhiri masa karantinanya, yang dilakukannya di hotel Fairmont, Jakarta Pusat, sepulangnya dari Tokyo.

Dia memulai karantina di hotel di dekat komplek Gelora Bung Karno (GBK) itu mulai Kamis (29/7/2021).

Bosan

Setelah selesai dikarantina, lifter yang turun di kelas 61 kilogram (kg) ini pun membagi pengalamannya dikarantina.

"Tidak bisa ke mana-mana, untuk makan pun room service saja. Untuk mengurangi kebosanan bisa menelepon keluarga, sesekali live di Intagram agar ada teman mengobrol dan menjawab-jawab pertanyaan," ujarnya dalam konferensi pers bersama media lewat aplikasi Zoom, baru-baru ini.

Eko menyatakan dirinya dilanda kebosanan yang luar biasa selama 8 hari di karantina.

Namun dia tak menceritakan lebih detail proses karantina itu sendiri, mulai dari masuk sampai dia dinyatakan boleh pulang.

Begitu karantina selesai, Eko Yuli Irawan langsung pulang dan bertemu dengan keluarganya.

Sebagai atlet angkat berat, Eko sendiri memiliki impian untuk membangun lapangan latihan serta mencetak lifter-lifter baru Indonesia untuk masa depan.

Untuk informasi, Eko memendapat medali perak di Olimpiade Tokyo setelah membukukan angkatan 302 kg.

Medali perak tersebut adalah medali olimpiade keempat bagi Eko, setelah memperoleh perunggu di Olimpiade Beijing tahun 2008 dan Olimpiade London tahun 2012 dan perak di Olimpiade Rio de Janeiro. (Rafsanjani Simanjorang)

Sumber: Warta Kota

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved