Belanja ke Mall Jangan Lupa Bawa Sertifikat Vaksinasi Covid-19

Pengelola mall di Jakarta harus memeriksa sertifikat vaksinasi calon pengunjung, sebagaimana diatur dalam Keputusan Gubernur DKI Jakarta.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Janlika Putri
Masuk ke pusat perbelanjaan atau mal kini harus menunjukkan sertifikat vaksinasi Covid-19. Keterangan foto: Ilustrasi Seorang petugas memeriksa suhu tubuh pengunjung di pintu masuk Mal Plaza Indonesia, Maret 2020. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Penggunaan sertifikat vaksinasi Covid-19 sebagai syarat masuk ke sebuah tempat semakin meluas.

Sejumlah mal di Jakarta kini memberlakukan syarat ini bagi pengunjung, sebagai upaya memperkecil risiko penularan Covid-19.

Hal ini seturut dengan instruksi Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, agar pengelola tempat usaha memeriksa status vaksinasi Covid-19 setiap pengunjung.

Instruksi itu bahkan diatur dalam Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 966 tahun 2021 tentang PPKM Level 4 Corona Virus Desease 2019.

Ada sanksi

Anies menegaskan, pihak pengelola harus bertanggung jawab mengecek status vaksinasi setiap pengunjung.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat yang berkegiatan di sektor ekonomi, sosial-budaya, dan keagamaan segera divaksinasi.

Misalnya, kata Anies, pengelola tempat cukur harus mengecek status vaksinasi calon konsumennya.
Begitu pula pengelola restoran maupun mal harus menyediakan petugas yang memeriksa status vaksinasi pengunjung.

“Nanti ada sanksinya (pengelola tidak awasi status vaksin). Kalau enggak ada sanksi namanya anjuran, bukan aturan. Sanksinya sesuai aturan yang ada di dalam Perda dan Pergub,” ujar Anies.

Menuju herd immunity

Dengan aturan ini, Anies berharap masyarakat di Jakarta terdorong untuk divaksinasi, sehingga herd immunity (kekebalan komunal) terhadap Covid-19 bisa terbentuk secara optimal.

Adapun vaksinasi berfungsi untuk mengurangi tingkat keparahan, yang bisa berdampak kepada kematian bagi individu yang terpapar Covid-19.

Untuk warganya, Anies menyarankan mereka menggunakan aplikasi Jakarta Kini (JAKI), yang bisa dipasang secara gratis di gawai petugas.

“Kalau nanti mau masuk ke fasilitas manapun tinggal bawa (bukti vaksin). Laporannya bisa dari HP di PeduliLindungi atau JAKI. Nanti untuk pemeriksaaan sebelum masuk ke mal atau kegiatan apapun juga,” kata Anies di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat pada Jumat (6/8/2021).

Pengecualian

Anies menambahkan, aturan sudah vaksinasi ini tidak berlaku bagi warga yang masih dalam masa tenggang tiga bulan, setelah sembuh dari Covid-19.

Untuk itu mereka dapat menunjukkan hasil tes PCR, yang menyatakan mereka terpapar virus SARS-CoV-2.

“Bagi penduduk yang kontraindikasi dengan vaksin Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan medis, dapat menunjukkan bukti surat keterangan dokter. Begitu juga anak-anak usia kurang dari 12 tahun,” tandas Anies.

Keputusan Gubernur yang dikeluarkan Anies merupakan peraturan pelaksana dari Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 27 tahun 2021 di wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Dalam Kepgub yang ditetapkan pada Selasa (3/8/2021) itu, Pemprov DKI mewajibkan setiap orang yang melakukan aktivitas di setiap tempat umum, atau sektor-sektor yang telah ditetapkan, harus sudah divaksinasi Covid-19, minimal dosis pertama.  (Fajar Al Fajri)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved