Pelajaran dari Kasus Merve Taskin, Jangan Asal Unggah Foto Kunjungan ke Venustempel Museum

Hati-hati mengunggah foto liburan, karena siapa tahu mengandung muatan yang melanggar undang-undang yang berlaku.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Yamen - CC BY-SA 3.0, https://commons.wikimedia.org
Vevustempel Museum di Amsterdam, Belanda, adalah museum yang menarik banyak pengunjung dari seluruh dunia karena koleksinya yang lain dari pada yang lain. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Aksi Dinar Candy jalan-jalan hanya dengan mengenakan bikini membuatnya terancam hukuman penjara selama 10 tahun.

Polisi menjerat DJ (disc jockey) ini dengan Pasal 36 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, karena Dinar Candy dianggap mempertontonkan diri di muka umum yang menggambarkan ketelanjangan.

Selain hukuman penjara maksimal 10 tahun, orang yang melanggar pasal ini juga bisa dikenai denda maksimal Rp 5 miliar.

Kriteria pornografi

Sesuai judulnya, UU Pornografi ini mengatur segala hal yang berkaitan dengan pornografi, termasuk ketelanjangan, persenggamaan atau seks, kecabulan, dan ekploitasi seksual.

Bentuknya mulai dari bunyi, suara, sampai film. Dengan begitu foto dan gambar yang menunjukkan ketelanjangan juga termasuk dalam kriteria pornografi menurut undang-undang ini.

Jadi sebaiknya berhati-hati mengunggah foto, misalnya foto kunjungan Venustempel Museum di Amsterdam, ke media sosial karena bisa dianggap menyebarkan pornografi dan melanggar UU Pornografi.

Untuk informasi, Venustempel Museum itu juga dikenal sebagai museum seks, sehingga koleksinya tidak jauh-jauh dari kegiatan persenggamaan.

Kasus di Turki

Kasus ini sudah terjadi di Turki baru-baru ini, di mana seorang influencer diajukan ke pengadilan karena menampilkan pornografi.

Sebagaimana diwartakan BBC, Merve Taskin harus akan diadili pada 26 Oktober 2021 nanti, untuk kasus pornografi, gara-gara mengunggah fotonya di Venustempel Museum ke media sosial.

Foto itu dianggap terlalu cabul, dan melanggar Pasal 226 dari sebuah undang-undang di Turki. Pasal itu konon adalah regulasi yang berkaitan dengan pornografi.

Foto yang membuat Taskin terjerat hukum itu menampilkan dirinya di kios cendera mata di Venustempel Museum, sedang menunjukkan pembuka botol dengan bentuk yang seksi.

Ada pula fotonya menunjuk pasta yang juga berbentuk genital pria. 

Menurut Taskin, foto itu diambil saat dia dan dua temannya berlibur ke Amsterdam pada Januari 2020.

Beda persepsi

Museum seks adalah salah satu tempat yang dikunjungi dalam perjalanan itu, karena tempat itu memang sudah lama berada dalam daftar keinginannya.

Namanya juga anak muda zaman sekarang, foto-foto itu langsung diunggah ke media sosial tanpa berpikir panjang lagi. Mereka hanya berpikir foto itu hanya untuk lucu-lucuan.

Taskin dan dua temannya tidak menduga foto itu akan menjadi masalah besar di negara mereka, karena pihak penegak hukum memiliki persepsi yang berbeda.

Menurut Taskin, beberapa bulan setelah pulang dari liburan di Belanda itu dia ditangkap aparat hukum dua kali.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved