Indonesia Upayakan Negosiasi dengan Arab Saudi Soal Syarat Karantina 14 Hari bagi Jemaah Umrah

Pemerintah Indonesia berupaya agar jemaah umrah Indonesia tidak perlu karantina 14 hari di negara ketiga.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Twitter/ReasahAlharmain
Pemerintah Indonesia berupaya agar jemaah umrah Indonesia tidak perlu karantina 14 hari di negara ketiga. Keterangan foto: Suasana ibadah umrah pada fase 1 pemulihan ibadah umrah, Oktober 2020. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Pemerintah Indonesia akan mencoba upaya diplomasi dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, agar jemaah umrah Indonesia tidak perlu melakukan karantina 14 hari di negara ketiga.

Hal ini disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian, Agama Khoirizi, dalam siaran pers yang dilansir laman Kementerian Agama.

"Perwakilan pemerintah di Saudi, yaitu KJRI di Jeddah, telah menerima edaran tersebut pada 15 Zulhijjah 1442H atau 25 Juli 2021. Kami masih pelajari," kata Khoirizi pada Senin (26/7/2021).

Pihak KJRI Jeddah akan mewakili Pemerintah Indonesia dalam upaya negosiasi itu.

Persyaratan karantina

Khoirizi menjelaskan bahwa Arab Saudi mengizinkan jemaah umrah dari luar negaranya mulai 10 Agustus 2021.

Namun ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi calon jemaah, di antaranya vaksinasi Covid-19 dan keharusan karantina 14 hari di negara ketiga sebelum tiba di Saudi bagi 9 negara.

Indonesia termasuk dalam daftar negara itu. Negara lainnya adalah India, Pakistan, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon.

"Kami berharap jemaah Indonesia tidak harus dipersyaratakan seperti itu," ujarnya.

"Kami dalam waktu dekat juga akan berkoordinasi dengan Dubes Saudi di Jakarta untuk menyampaikan hal dimaksud," sambungnya.

Halaman selanjutnya

Vaksinasi

...

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved