Pengalaman Buruk Nikita Mirzani Karantina di Hotel Bintang 5 di Jakarta Pulang Liburan di Turki

Nikita Mirzani merasa tidak dimanusiakan ketika menjalani karantina mandiri, di sebuah hotel bintang 5 di Jakarta.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Nikita Mirzani saat menceritakan kepada wartawan, Selasa (27/7/2021), pengalaman buruknya menjalani karantina di hotel bintang 5 di Jakarta, seusai liburan ke Turki. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Meski pandemi Covid-19 masih berlangsung di banyak tempat di dunia, namun Turki sudah menerima pengunjung dari luar negeri.

Bahkan pengunjung dari Indonesia juga boleh masuk ke Turki, sama seperti warga negara lainnya.

Maka tak mengherankan bila banyak Indonesia jalan-jalan ke Turki pada saat ini, dan industri pariwisata Turki tetap sibuk, di kala pariwisata di banyak negara lain tengah terpuruk.

Nikita Mirzani termasuk turis yang berkunjung ke negara yang dipimpin Presiden Recep Tayyip Erdogan itu.

Berangkatnya sih nyaris tak berbeda dari masa sebelum pandemi, hanya ada tambahan pemeriksaan dokumen kesehatan yang wajib di masa pandemi ini.

Namun waktu pulang, Nikita harus menjalani karantina selama 8 hari, sesuai aturan yang berlaku saat ini, dan itu bukan pengalaman yang menyenangkan.

Aktris kondang ini membagikan pengalamannya selama karantina itu kepada wartawan, Selasa (27/7).

Hotel bintang 5

Proses panjang itu dimulai sejak dia tiba di Bandara Soekarno Hatta, di mana seorang Nikita Mirzani tetap harus melewati tiga pos pemeriksaan sebelum keluar dari bandara.

"Pintu pertama pengecekan kesehatan, pintu kedua soal berkas vaksin dan segala macam yang dilegalisir, pintu ketiga baru pintu imigrasi. Nah di situ paspor gua ditahan," kata Nikita Mirzani di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa sore.

Kemudian, ketika mau mengambil koper, perempuan yang akrab disapa Niki itu dihampiri beberapa petugas Satgas Covid-19, menanyakan apakah dia sudah memesan hotel untuk karantina atau belum.

"Kalau belum ditawarin sama mereka. Kemudian kan gua berenam dan karantina itu satu kamar satu orang. Gua minta hotel yang murah untuk karatina, karena kan gabisa kemana-mana juga, lagi PPKM," ucapnya.

"Cuma katanya hotel yang murahnya buat gua pesan penuh. Murahnya ya biar aman, bisa ngobrol, dan satu lantai semuanya," tambahnya.

Perempuan berusia 35 tahun itu ditawari beberapa hotel bintang lima untuk jadi tempat karantinanya.

Karena sudah lelah, Niki pun menerima dipesankan hotel bintang lima, yang memang ada di daftar dari Kementerian Kesehatan.

"Dikasih list hotel mahal gua iyain aja. Gua tanya harganya Rp 17,8 juta., y audah pesan lah hotel itu. Gua minta bisa enggak satu kamar dua orang karena kami satu tim. Jadi 17,8 (juta) dikali tiga selama delapan hari," kata Niki.

Harga berubah

Namun, ketika tiba di hotel di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, ibu tiga anak itu mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan.

Harga kamar untuk karantina rupanya berbeda dari data tim Satgas Covid-19. Harga kamar yang dipesan bintang film Comic 8 itu naik menjadi Rp 22 juta per malam.

"Bukan soal duitnya, cuma kan pasti harus dipertanyakan. Ya sempat debat nanyain sama pihak hotel. Karena enggak mau ribet, ya sudah gua bayar. Habis pesan kamar, gua diantar ke ruangan buat tes PCR sama kelima orang bareng gua ini," katanya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved