Penumpang KA Jarak Jauh dari Jabodetabek Tak Perlu STRP, tapi Harus Sudah Vaksinasi Covid-19

Calon penumpang KA jarak jauh dari Daop 1 kini tak perlu lagi mengantongi STRP. Namun mereka harus memiliki sertifikat vaksinasi Covid-19.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Angga Baghya N
Calon penumpang KA jarak jauh dari Daop 1 kini tak perlu lagi mengantongi STRP. Namun mereka harus memiliki sertifikat vaksinasi Covid-19 dan hasil tes Covid-19. Keterangan foto: Suasana Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, tampak sepi dari hari biasanya, Minggu (26/4/2020). 

WARTA KOTA TRAVEL -- Memasuki pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 yang disesuaikan, Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) tidak lagi menjadi dokumen wajib bagi penumpang kereta api jarak jauh dari Daop 1 Jakarta, mulai Senin (26/7/2021).

Menurut Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa, calon penumpang yang akan berangkat dari Stasiun Gambir, Pasarsenen, Bekasi, Karawang dan Cikampek cukup menunjukkan sertifikat vaksinasi dan hasil tes rapid antigen.

“Tidak lagi diwajibkan membawa STRP atau surat tugasm seperti yang diberlakukan sebelumnya pada masa libur keagamaan,” kata Eva lewat keterangan tertulis yang diterima Warta Kota.

Syarat kartu atau sertifikat vaksinasi, minimal vaksinasi Covid-19 dosis pertama, untuk memastikan kesehatan calon penumpang.

“Pelanggan juga harus menunjukkan keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2x24 jam, atau Rapid Test Antigen maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan,” kata Eva.

Hal ini juga sesuai protokol pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 dan Level 3, yang dibuat Pemerintah.

Surat dari dokter

Sementara calon penumpang yang tidak atau belum divaksinasi karena alasan medis, tetap dapat berangkat dengan menunjukkan surat keterangan dari dokter spesialis, dan disertai surat negatif RT-PCR atau Rapid Test Antigen yang masih berlaku.

Khusus calon penumpang berusia di bawah 18 tahun tidak wajib menunjukkan kartu vaksinasi. Kemudian untuk pelanggan usia di bawah 5 tahun tidak diharuskan menunjukkan hasil tes PCR atau Rapid Test Antigen.

“Pelanggan yang tidak memenuhi persyaratan ini tidak diperkenankan melakukan perjalanan, dan tiket akan dikembalikan 100 persen,” tandas Eva.

Namun, meski aturannya melonggar sedikit, alangkah baiknya menahan diri dulu untuk  bepergian ke luar kota, bila bukan untuk keperluan mendesak. (*/Junianto Hamonangan)

Sumber: Warta Kota

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved