Gara-gara Gunakan Hasil PCR Palsu, Kunci Alam Gagal ke Palembang dan Terancam Hukuman Penjara

Komplotan pemalsu hasil tes PCR dan dua penumpang yang menggunakan surat palsu itu ditangkap polisi.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Pixabay.com/tagechos
Komplotan pemalsu hasil tes PCR dan dua penumpang yang menggunakan surat palsu itu ditangkap polisi. Keterangan foto: Ilustasi 

WARTA KOTA TRAVEL -- Salah satu aturan dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 adalah protokol bepergian antarkota antarprovinsi.

Dokumen perjalanan yang harus dimiliki traveller adalah surat pemeriksaan PCR untuk penumpang pesawat udara, atau surat pemeriksaan rapid antigen untuk penumpang moda transportasi darat.

Tentunya dengan hasil negatif alias tidak ada virus SARS-CoV-2 di dalam tubuh traveller.

Persyaratan lainnya adalah sertifikat vaksinasi Covid-19, minimal dosis pertama.

Jangan coba-coba mengakali persyaratan ini kalau tidak mau bernasib seperti Kunci Alam.

Beberapa hari lalu, pria berusia 39 tahun itu seharusnya terbang ke Palembang lewat Bandara Halim Perdana Kusuma.

Namun karena dia menggunakan hasil tes PCR palsu, alih-alih berada di Palembang, Kunci Alam kini mendekam di tahanan Polrestro Jakarta Timur.

Bahkan kini dia terancam hukuman penjara bertahun-tahun, karena menggunakan hasil pemeriksaan kesehatan palsu di masa pandemi.

Kepada Warta Kota Kunci Alam menceritakan kejadian yang membuatnya ditahan itu.

Tanpa dicolok

Sebenarnya dia sudah memiliki surat hasil rapid antigen, tapi peraturannya adalah hasil tes PCR untuk penumpang pesawat udara.

Di Bandara Halim dia bertemu M Ravi Batubara, yang menanyakan surat hasil PCR Kunci Alam.

Karena Alam belum memiliki hasil tes PCR, maka dia diarahkan Ravi untuk melakukan tes PCR ke Deny Irwansyah.

"Saya bayar sekira Rp150.000 dan disuruh tunggu 30 menit," kata Alam di Mapolrestro Jakarta Timur, Jumat (23/7/2021).

Tidak pakai acara colok hidung dan tenggorokan, Alam memperoleh surat hasil pemeriksaan PCR.

Alam sempat ragu-ragu, karena takut ketahuan menggunakan dokumen palsu. Namun
Deny meyakinkannya bahwa surat hasil PCR palsu itu aman digunakan untuk naik ke pesawat.

"Saya masuk aman, enggak dibilang palsu," kata Alam.

Diturunkan dari pesawat

Ketika sudah duduk di dalam pesawat, tiba-tiba dia dan seorang penumpang lain disuruh turun dari pesawat.

Dia mendapat jawaban dari petugas yang menggiringnya bahwa ada dugaan hasil PCR yang ditunjukannya kepada petugas palsu.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved