Turki kini jadi Destinasi Wisata Medis Transplantasi Rambut dan Bedah Mata

Meski pandemi Covid-19 belum usai, Turki tetap menerima wisatawan asing. Hampir 2 juta di antaranya adalah wisatawan medis.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Twitter/IGA Istanbul Airport
Istanbul Airport menjadi bandara tersibuk di benua Eropa, dalam situasi pandemi Covid-19. Wisatawan tetap datang ke Turki, salah satunya adalah wisatawan medis. 

WARTA KOTA -- Pandemi Covid-19 memang masih berkecamuk di dunia, namun beberapa negara sudah membuka pintunya untuk kunjungan internasional.

Salah satunya adalah Turki, yang sudah membuka diri sejak akhir tahun 2020.

Bahkan pada kuartal pertama 2021, dari Januari sampai April, sebagaimana diwartakan laman Turkey iRresidence, tercatat 82 juta lebih pengunjung internasional mellaui Bandara Istanbul Airport.

Menariknya, sekitar 1,7 juta orang yang datang itu adalah wisatawan medis. Artinya, mereka datang untuk melakukan tindakan yang berkaitan dengan pengobatan dan turunannya.

"Wisatawan medis yang pria datang untuk transplantasi rambut di Antalya dan Istanbul. Sementara para perempuan lebih banyak melakukan bedah mata dengan laser," begitu bunyi rilis pers dari Tuekey iHealth, yang dikutip iResidence.

Tercantum dalam rilis pers itu, wisatawan medis itu datang dari Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Jerman, Italia, Prancis, Spanyol, dan mengara-negara di jazirah Arab.

"Apakah untuk berlibur atau perawatan kesehatan, pandemi tidak menyurutkan kegiatan bepergian," begitu pernyataan iHealth.

Sibuknya aktivitas di Bandara Istanbul ini membuat bandar udara yang diresmikan pada 29 Oktober 2018 itu dinobatkan sebagai bandara tersibuk di Benua Eropa pada saat ini, dengan total 63.064 penerbangan selama Januari - April 2021.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved