Memperingati Kelahiran Jakarta dengan Wisata Jalan Kaki ke Pelabuhan Sunda Kelapa

Mengenal cikal bakal kota Jakarta dengan wisata jalan kaki ke Pelabuhan Sunda Kelapa.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Lilis Setyaningsih
Pelabuhan Sunda Kelapa adalah pelabuhan penting sejak dari masa Kerajaan Tarumanegara, Kerajaan Sunda, Kesultanan Banten, sampai di masa VOC dan Hindia Belanda. Keterangan foto: Kapal pinisi yang sandar di Pelabuhan Sunda Kelapa. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Pelabuhan Sunda Kelapa dan Kota Tua Jakarta bisa dibilang adalah "tempat lahirnya" kota Jakarta pada 494 tahun yang lalu.

Kota ini, yang sekarang sudah menjadi metropolitan, memang berawal dari pelabuhan di muara Kali Krukut ini.

Maka, salah satu cara terbaik merayakan ulang tahun Jakarta ke-494, yang jatuh pada 22 Juni 2021 nanti adalah berkunjung ke Pelabuhan Sunda Kelapa dan Kota Tua.

Cindy menyampaikan sejarah Pelabuhan Sunda Kelapa dengan cara yang menarik, sehingga para peserta walking tour dari Jakarta Good Guide mendengarkan dengan penuh konsentrasi, Sabtu (12/6/2021).
Cindy menyampaikan sejarah Pelabuhan Sunda Kelapa dengan cara yang menarik, sehingga para peserta walking tour dari Jakarta Good Guide mendengarkan dengan penuh konsentrasi, Sabtu (12/6/2021). (Warta Kota/Lilis Setyaningsih)

 

Bila tidak ingin bepergian sendiri, ada kelompok-kelompok yang mengadakan tur ke tempat-tempat bersejarah di Jakarta. Salah satunya Jakarta Good Guide.

Warta Kota mencoba tur jalan kaki dari Jakarta Good Guide pada Sabtu (12/6), dan tema dari tur ini adalah Pelabuhan Sunda Kelapa .

Tur ini dipimpin oleh pemandu tersertifikat dari Jakarta Good Guide, yang membuat perjalanan menjadi lebih berkesan dengan suguhan cerita sejarah Pelabuhan Sunda Kelapa.

Kapal pinisi

“Pelabuhan Sunda Kelapa ini sangat penting karena desa di sekitarnya adalah cikal-bakal kota Jakarta, yang hari jadinya ditetapkan pada tanggal 22 Juni 1527,” kata Cindy, selaku pemandu wisata yang mendamping kelompok Warta Kota.

Pelabuhan ini sekarang berada di wilayah administrasi kelurahan Penjaringan, kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Bila ingin berkunjung secara mandiri, ada tiket masuk yang harus dibeli seharga Rp2.500 untuk bisa masuk menikmati pelabuhan yang masih sibuk ini.

Pelabuhan ini masih digunakan, sehingga wisatawan yang datang bisa melihat aktivitas bongkar-muat barang.

Umumnya muatan yang diangkut dari Pelabuhan Sunda Kelapa adalah komoditas pangan, yang akan dikirim ke daerah di luar Pulau Jawa.

Waktu terbaik untuk menikmatinya adalah di sore hari, ketika kapal-kapal pinisi yang kokoh sedang sandar, dan berjajar di sepanjang dermaga.

Barisan kapal khas suku bangsa Bugis dan Makassar ini menciptakan siluet yang menarik, saat Matahari terbenam di Teluk Jakarta.

Pelabuhan Kerajaan Sunda

Selain keindahan nuansa pelabuhan, kami disuguhi cerita yang menarik mengenai sejarah Sunda Kelapa. Meskipun yang disampaikannya adalah sejarah, namun Cindy membawakannya dengan menarik.

Sunda Kelapa sejatinya sudah ada sejak abad ke-5, dan merupakan pelabuhan milik Kerajaan Tarumanegara.

Pada abad ke-12, Kerajaan Sunda berkuasa dan mengendalikan pelabuhan ini. Pelabuhan ini sebenarnya bernama Kalapa, namun karena dikendalikan oleh Kerajaan Sunda, maka disebut sebagai Sunda Kalapa.

Ketika itu Sunda Kelapa dikenal sebagai pelabuhan lada, karena lada adalah komoditas utama yang diangkut dari pelabuhan ini.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved