Biaya Sesungguhnya Ibadah Haji Lebih dari Rp 70 Juta, inilah Komponen Biayanya

Inilah komponen-komponen biaya Ibadah Haji, sehingga Pemerintah harus mensubsidinya.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Twitter/HajMinistry
Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) ternyata lebih besar dari nilai uang yang disetorkan masyarakat, sehingga Pemerintah harus mensubsidinya. Keterangan foto: Suasana Tawaf pada Ibadah Haji 1441 Hijriah atau tahun 2020. Pandemi Covid-19 membuat Pemerintah Kerajaan Arab Saudi membatasi jumlah jemaah Ibadah Haji. 

Dengan jumlah jemaah haji yang berangkat pada tahun itu sekitar 220.000-an orang, maka diperoleh indirect cost per jemaah sebesar Rp34.764.454.

Persyaratan pengelolaan Dana Haji

Untuk menyubsidi indirect cost ini, yang jumlahnya semakin besar setiap tahun itu, dananya berasal dari nilai manfaat saldo dana yang diinvestasikan oleh BPKH.

BPKH yang resmi berdiri pada Juli 2017, dan efektif bekerja sejak awal 2018, dibentuk berdasarkan UU Nomor 34 Tahun 2014.

Sesuai UU tersebut, BPKH diberi amanah untuk mengelola Dana Haji dalam bentuk penempatan di berbagai bank syariah yang memenuhi kriteria, investasi surat berharga, emas, investasi langsung, dan investasi lainnya.

"Ada beberapa prinsip dasar yang harus dipenuhi dalam pengelolaan dana tersebut. Antara lain harus sesuai Syariah, hati-hati, menghasilkan manfaat, aman, likuid, nirlaba, transparan dan akuntabel," kata Muhammad Akhyar dalam artikelnya itu.

Sampai Maret 2021, total dana kelola sebesar Rp149,15 triliun, sebagaimana dirilis oleh BPKH.

Ibadah Haji khusus

Selain pergi berhaji melalui program Pemerintah, masyarakat juga bisa berangkat melalui lembaga Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), atau dulu disebut ONH Plus.

Menurut laman BPKH, Indonesia mendapat kuota 17.000 di setiap musim Haji.

Namun harga paket PIKH ini antara 10.000 sampai 20.000 dolar AS per jemaah. Bila dirupiahkan sekitar Rp142 juta sampai Rp284 juta per orang.

Namun jangan salah, peminat PIHK di Indonesia juga banyak, sehingga waktu tunggunya sampai 6 tahun.

Ada lagi skema Haji Khusus Non Kuota atau Furoda, yang juga dikelola PIHK.

Untuk skema ini tak ada waktu tunggu, alias bisa langsung berangkat.

Namun biaya Ibadah Haji Furoda ini di atas 20.000 dolar AS, atau di atas Rp 284 juta.

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved