Biaya Sesungguhnya Ibadah Haji Lebih dari Rp 70 Juta, inilah Komponen Biayanya

Inilah komponen-komponen biaya Ibadah Haji, sehingga Pemerintah harus mensubsidinya.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Twitter/HajMinistry
Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) ternyata lebih besar dari nilai uang yang disetorkan masyarakat, sehingga Pemerintah harus mensubsidinya. Keterangan foto: Suasana Tawaf pada Ibadah Haji 1441 Hijriah atau tahun 2020. Pandemi Covid-19 membuat Pemerintah Kerajaan Arab Saudi membatasi jumlah jemaah Ibadah Haji. 

Selain kebutuhan di atas disebut indirect cost atau biaya tidak langsung.

Indirect cost ini bisa diterangkan sebagai biaya penyelenggaraan haji yang harus dibayar Pemerintah Indonesia kepada Pemerintah Arab Saudi, sebagai pihak yang menyelenggarakan Ibadah Haji.

Nilainya dihitung dari kuota yang diberikan kepada Indonesia.

Pemerintah Indonesia yang membayari indirect cost itu, sehingga sering disebut sebagai subsidi.

Dana untuk subsidi ini diambil dari nilai manfaat, hasil pengelolaan dana oleh BPKH.

BPIH

Karena direct cost diartikan sebagai dana yang disetor calon jemaah, maka untuk musim haji tahun 2019 Masehi atau 1440 Hijriyah direct cost sebesar Rp35.235.602.

Sedangkan Indirect cost sebesar Rp 34.764.454. Maka direct cost tambah indirect cost berjumlah Rp 70.000.050.

Itulah BPIH sesungguhnya per jemaah, yang merupakan angka rata-rata nasional. Ada sedikit perbedaan biaya antar-provinsi, yang disebabkan dari posisi geografi.

Akhyar mencontohan, biaya bagi calon jemaah haji di Aceh akan lebih kecil sedikit dari calon jemaah haji di Sulawesi Selatan (Sulsel), karena secara jarak Aceh lebih dekat dengan Arab Saudi dibandingkan Sulsel.

Dengan biaya sesungguhnya penyelenggaraan ibadah haji Rp70-an juta per orang, maka setiap jemaah haji yang berangkat mendapat subsidi sebesar hampir nilai setorannya atau Rp35 juta.

Seperti sudah disebutkan di atas, setoran calon jemaah sebesar Rp35 juta ternyata hanya cukup untuk menutup dua komponen biaya, yakni biaya penerbangan pulang pergi sebesar Rp29.555.597 dan biaya hidup dalam bentuk uang tunai sebesar 1500 riyal atau Rp5.680.005.

Biaya hidup itu yang diberikan kepada setiap jemaah sesaat sebelum naik pesawat terbang di masing-masing embarkasi.

Sementara komponen biaya lainnya adalah (untuk seluruh jemaah haji Indonesia musim haji 1440H):

Pelayanan Jemaah di Arab Saudi Rp6.767.795.750.978

Pelayanan Jemaah di Dalam Negeri Rp235.115.509.384

Operasional Haji di Arab Saudi Rp726.586.240

Operasional Haji di Dalam Negeri Rp16.164.124.652

Dana Cadangan (Safeguarding) Rp20.000.000.000

Total Indirect Cost Rp7.039.801.971.254

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved