Yaqut Cholil Qoumas Belum Tahu Kriteria yang Digunakan Pemerintah Arab Saudi

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, tidak tahu kriteria yang digunakan Pemerintah Arab Saudi dalam menentukan warga negara mana saja yang boleh datang

Editor: AC Pinkan Ulaan
Twitter/HajMinistry
Hanya 11 negara yang mendapat izin masuk ke Arab Saudi, dan Indonesia tidak termasuk di dalamnya. Keterangan foto: Dua jemaah umrah asal Indonesia berfoto di depan baliho untuk menyambut kedatangan para jemaah umrah di Bandara King Abdulaziz Jeddah, Minggu (1/11/2020). 

WARTA KOTA TRAVEL -- Salah satu kabar burung yang beredar di masyarakat, berkaitan dengan keputusan Pemerintah Indonesia tidak mengirim jemaah Haji pada Ibadah Haji 1442 H, adalah karena warga negara Indonesia tidak boleh masuk ke Arab Saudi.

Beredar pula di masyarakat bahwa hanya 11 negara yang boleh mengirim jemaah haji, yakni Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Italia, Inggris, Irlandia, Jepang, Jerman, Perancis, Portugal, Swedia, dan Swiss.

Hanya saja, sebagaimana dilansir dalam siaran pers Kementerian Agama, 11 negara tersebut bukannya mendapat kuota haji melainkan mendapat izin masuk dari otoritas penerbangan Arab Saudi.

Dengan kata lain, pesawat dari 11 negara tersebut boleh mendarat di bandara-bandara di Arab Saudi.

Kriteria Saudi

Meski begitu, menurut siaran pers tersebut, Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, juga merasa heran dan belum bisa memahami, mengapa Indonesia belum mendapat izin masuk.

Yaqut juga mengaku belum tahu kriteria yang digunakan Saudi dalam menentukan negara yang mendapat izin masuk tersebut.

"Penanganan Covid saya kira menjadi isu penting. Penanganan Covid di Indonesia termasuk relatif bagus. Saya belum tahu kenapa warga Indonesia masih belum diizinkan masuk ke Saudi," kata Gus Yaqut, panggilan akrab Menag pada Selasa (1/6/2021).

Menurut Menag, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan sejumlah negara yang diizinkan masuk.

Amerika Serikat bahkan menjadi negara dengan kasus tertinggi di dunia.

"Kalau diurutkan, USA tertinggi jumlah kasus Covid-19 di dunia. Prancis di urutan 8, Italia urutan 9, Jerman urutan 17, sementara Indonesia di urutan 19 jumlah kasus Covidnya," katanya.

"Jadi saya belum tahu kriteria yang digunakan Saudi," katanya. (*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved