Kami Rita Sherpa Pemegang Rekor Dunia Mencapai Puncak Everest, namun Tetap Tunduk dengan Alam

Kami Rita Sherpa, seorang pemandu pendakian Gunung Everest ternama, membatalkan pendakiannya karena mendepat peringatan lewat mimpi.

Editor: AC Pinkan Ulaan
bbc.co.uk
Kami Rita Sherpa, seorang pemandu pendakian Gunung Everest ternama, membatalkan pendakiannya karena mendepat peringatan lewat mimpi. Keterangan foto: Rute pendakian Gunung Everest dari Jalur Selatan. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Bagi kebanyakan pendaki gunung, mendaki Gunung Everest dan tiba di puncaknya adalah sebuah impian, yang entah kapan terwujud.

Mungkin banyak pendaki yang sedikit iri dengan Kami Rita Sherpa, karena dia sudah 25 kali mencapai titik tertinggi di dunia itu, yang merupakan rekor dunia.

Pria berusia 51 tahun itu pun memegang rekor dunia, sebagai orang yang melakukan pendakian Gunung Everest terbanyak.

Kami Rita Sherpa pemegang rekor dunia mencapai puncak Gunung Everest (8.848 m) sebanyak 25 kali. Dia bisa memecahkan rekornya itu pada pekan lalu, namun membatalkannya karena didatangi dewi gunung dalam mimpi, yang melarangnya melanjutkan pendakian.
Kami Rita Sherpa pemegang rekor dunia mencapai puncak Gunung Everest (8.848 m) sebanyak 25 kali. Dia bisa memecahkan rekornya itu pada pekan lalu, namun membatalkannya karena didatangi dewi gunung dalam mimpi, yang melarangnya melanjutkan pendakian. (Facebook/Kami Rita Sherpa)

 

Meski sudang berulang kali mendaki Gunung Everest, dan berhasil mencapai puncaknya, dia tetap tunduk kepada kehendak alam.

Kami Sherpa sedang bersiap-siap memecahkan rekornya sendiri pada pekan ini, namun dia mendadak membatalkan pendakian itu, yang mungkin bisa menjadi pencapaian ke Puncak Everest yang ke-26 kalinya.

Yang menarik, pemandu gunung asal Nepal itu mengaku diperingatkan secara spiritual langsung oleh gunung tersebut.

Seorang dewi

Kepada wartawan di Kathmandu, Selasa (25/5/2021), Kami mengatakan bahwa dia bermimpi bertemu seorang dewi gunung, yang memberi peringatan agar jangan melakukan pendakian lagi pada bulan ini.

Kami tidak menjelaskan lebih detail wujud atau rupa dewi gunung yang dimaksud. 

Hanya saja, setelah mimpi itu dia memutuskan tidak melanjutkan pendakian yang bisa jadi pencapaiannya yang ke-26.

Pada tahun 2021 ini Kami Rita sudah mencapai puncak setinggi 8.848,86 meter (29.031,69 kaki) di atas permukaan laut itu, melalui rute tradisional lewat tenggara pegunungan pada tanggal 7 Mei.

Dia ditemani oleh 11 pendaki sherpa lainnya di gunung tertinggi di dunia itu, yang merupakan bagian dari tim pemasang tali (rope fixing team).

Para Sherpa, atau suku asli kawasan Himalaya di wilayah perbatasan Nepal dan Tibet, menganggap Sagarmāthā, nama Gunung Everest dalam bahasa setempat, suci. Apalagi puncaknya.

Kami menjelaskan, dia sudah berada di lembah Western Cwm (6.500m), bersiap untuk menemani klien dan melakukan pendakian ke-26, ketika mendapat mimpi itu.

Namun dia tidak menjelaskan lebih detail mengenai mimpi itu.

Dia hanya mengungkapkan bahwa dirinya merasa dewi gunung tidak ingin dia mencoba lagi ke puncak, dan dia menghormati itu.

"Saya tidak memiliki mimpi yang baik. Saya merasa (sang) dewi memberi tahu saya 'cukup untuk kali ini'. Jadi saya kembali," katanya.

Mereka melakukan ritual keagamaan Puja untuk meminta maaf, karena menginjakkan kaki di puncaknya setiap tahun.

Suku Sherpa terkenal dengan keterampilan mendaki gunung dan memandu ekspedisi serta perjalanan ke Everest dan gunung-gunung tinggi lainnya di kawasan Pegunungan Himalaya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved