Simak Perubahan Mekanisme Biaya Transaksi Top Up OVO, yang Mulai Berlaku 1 Juli 2021

Mulai 1 Juli 2021, biaya top up OVO tidak lagi ditarik oleh bank, melainkan dipotong dari saldo OVO Cash.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Freepik.com/pch.vector
Mulai 1 Juli 2021, biaya top up OVO tidak lagi dipotong oleh bank, melainkan dipotong dari saldo OVO Cash. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Zaman sekarang layanan dompet elektronik semakin digemarin masyarakat, karena sangat mudah, yaman, dan aman digunakan.

Salah satu dompel elektronik yang banyak penggunanya di Indonesia adalah OVO. Maklum brand ini salah satu dompet elektronik pertama yang beroperasi di Indonesia.

Karena itu, pengguna OVO haru menyimak kebijakan baru perusahaan jasa keuangan ini.

Sebagaimana diumumkan di akun Instagram OVO, mulai 1 Juli 2021, biaya administrasi isi ulang, atau top up istilah kerennya, OVO tak lagi ditarik oleh bank.

Nantinya biaya tersebut nantinya akan dipotong langsung dari saldo OVO Cash atau saldo utama yang ada di aplikasi.

Bila biasanya top up OVO dikenakan biaya Rp 1.000 yang dipotong oleh bank, maka nanti pemotongan akan dilakukan di saldo OVO Cash.

Cara kerja

Lalu, bagaimana cara kerja skema top up terbaru ini? Begini contohnya:

Misalnya saldo awal OVO Cash Anda Rp 10.000, lalu Anda melakukan Top Up OVO via Bank BRI sebesar Rp 100.000.

Maka saat top up berhasil akan terjadi pemotongan langsung saldo OVO Cash sebesar Rp 1.000, sehingga jumlah yang berhasil di-top up ke OVO adalah Rp 99.000.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved