Larangan Mudik

Warga Kecamatan Jatisampurna Minta Pemudik yang Kembali ke Jatisampurna Harus Negatif Covid-19

Tekanan kepada pemudik agar melkaukan rapid test antigen juga diberikan warga Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Istimewa
Spanduk yang dibuat warga Kecamatan Jatisampurna, yang meminta sesama warga yang mudik pada Lebaran 2021 untuk melakukan rapid test antigen sebelum sampai di rumah. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Duh, warga Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, yang nekat mudik Lebaran 2021 tidak hanya berhadapan dengan aparat Pemerintah.

Mereka juga akan berhadapan dengan para tetangganya, bila pulang tanpa membawa hasil pemeriksaan rapid antigen. Dan hasilnya harus negatif pula.

Warga Kecamatan Jatisampurna tampaknya kesal dengan ulah orang yang tetap mudik, meski sudah dilarang.

Sebagai bentuk kekesalan itu, mereka memasang spanduk penolakan pemudik yang kembali ke wilayahnya tanpa hasil negatif tes rapid antigen.

Inisiatif warga

Kapolsek Jatisampurna, Iptu Santri Dirga, menjelaskan pemasangan spanduk merupakan inisiatif warga yang resah terhadap potensi penyebaran Covid-19 di Jatisampurna, terutama melalui transmisi pemudik.

"Spanduk dipasang oleh warga di beberapa lokasi, di antaranya di Kelurahan Jatirangga dan Jatirasa. Spanduk-spanduk itu sebagai mekanisme sanksi sosial untuk menghadapi warga yang melakukan mudik," ujar Dirga pada Minggu (16/5/2021).

Warga Jatisampurna berharap, pemasangan spanduk bisa menimbulkan kesadaran pemudik untuk melakukan tes rapid antigen, sebelum kembali ke kawasan Jatisampurna.

"Harapannya menciptakan rasa rasa bersalah bagi pemudik yang kembali, apabila tidak melakukan tes antigen," tuturnya.

Melaporkan

Kapolsek juga meminta warga agar pro-aktif melaporkan temuan pemudik yang kembali ke Jatisampurna, kepada petugas kelurahan, kecamatan, atau kepolisian.

Hal ini karena warga yang melakukan mobilisasi mudik bisa saja tak melapor kepada pihak RT dan RW, sehingga petugas tak memiliki data akurat jumlah pemudik di wilayahnya.

"Terkait data pemudik, tidak ada angka pasti karena warga yang mudik tidak melapor ke petugas. Jadi kami harap warga setempat melakukan pengawasan, dan melapor bila ditemukan pemudik yang telah kembali tanpa swab test antigen," ujar Dirga.

Dirga menambahkan, larangan mudik merupakan kebijakan pemerintah sehingga dia berharap masyarakat bisa mematuhi aturan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

"Apapun alasannya, larangan mudik ini adalah kebijakan pemerintah dengan dasar kepentingan kesehatan bagi kita semua. Jadi dimohon kepada seluruh masyarakat agar sadar akan kebijakan pemerintah ini," katanya. (Rangga Baskoro)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved