Wabah Covid 19

Di Bandara Changi Singapura, Pesawat dari Negara Tinggi Kasus Covid-19 Dipisahkan dari Pesawat Lain

Otoritas penerbangan Sipil Singapura akan memisahkan tempat parkir pesawat dari negara rawan Covid-19.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Pexels.com/Marvin Chandiary
Otoritas penerbangan Sipil Singapura akan memisahkan tempat parkir pesawat dari negara rawan Covid-19. Keterangan foto: Jewel Changi yang kini menjadi ikon Bandara Changi Singapura. 

- Otoritas Penerbangan Sipil Singapura akan memisahkan lokasi pesawat yang datang dari negara risiko tinggi Covid-19.

- Jumlah kasus Covid-19 di Bandara Changi cukup banyak, sehingga digolongkan sebagai klaster aktif terbesar di Singapura.

- Bandara Changi dan Jewe Changi Airport masih ditutup sampai 27 Mei 2021

WARTA KOTA TRAVEL -- Pandemi Covid-19 yang belum mereda juga membuat Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS) membuat perubahan radikal di Bandara Changi.

Sebagaimana dilansir kanal Channel News Asia (CNA), CAAS akan memisahkan terminal kedatangan pesawat dari negara atau wilayah berisiko Covid-19 rendah, dengan pesawat yang datang dari negara atau wilayah dengan risiko covid-19 tinggi.

Dengan begitu, penumpang yang datang dari negara berisiko rendah tidak akan bertemu dengan penumpang yang datang dari negara dengan tingkat risiko rendah.

Bahkan bagasi para penumpang tidak akan saling berdekatan, apalagi menggunakan ban berjalan yang sama.

"Dengan begitu akan mengurangi kesempatan interaksi antar-penumpang dan staf," begitu bunyi pernyataan CAAS dalan keterangan pers yang dikutip CNA.

Menentukan golongan sebuah negara mudah saja, yakni dengan melihat jumlah kasus positif Covid-19 dan angka kematian akibat penyakit ini.

Kemudian pihak CAAS akan menghubungi kolega mereka di negara lain, untuk memberitahukan klasifikasi yang telah ditentukan.

Halaman selanjutnya

Klaster bandara

...

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved