Larangan Mudik

Wajib Tes Rapid Antigen bagi Penumpang Feri dari Bakauheni ke Merak, Mulai 15 Mei 2021

Penumpang kapal feri dari Sumatra ke Jawa wajib melakukan tes Covid-19 rapid antigen, mulai 15 Mei 2021.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Instagram/asdp191
Penumpang kapal feri dari Sumatra ke Jawa wajib melakukan tes Covid-19 rapid antigen, mulai 15 Mei 2021. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Masyarakat yang akan masuk ke Pulau Jawa dari Pulau Sumatra, wajib memiliki hasil pemeriksaan Covid-19, yang menyatakan dirinya tidak mengidap Covid-19 alias negatif.

Metode pemeriksaan yang diterima adalah GeNose C19, rapid test antigen dan tes PCR.

Pemgambilan sampel untuk pemeriksaan itu harus dilakukan selama-lamanya 1 x 24 jam sebelum keberangkatan dari Pulau Sumatra.

Aturan itu mulai pada tanggal 15 Mei 2021, dan berakhir pada 24 Mei 2021 atau setelah masa pengetatan usai peniadaan mudik berakhir.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati, dalam siaran pers bersama antara Kementerian Perhubungan dan Satuan Tugas Covid-19.

Penumpang feri Sumatra ke Jawa

Tercantum dalam siaran pers tersebut, masyarakat yang akan kembali ke Jawa menggunakan kapal feri juga harus melakukan tes Covid-19.

Dengan kata lain, semua penumpang yang akan menyebrang dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak harus melakukan tes rapid antigen. Tes ini akan diberikan gratis.

Pemerintah, melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendirikan tenda-tenda pemeriksaan Covid-19 di luar Pelabuhan Bakauheni.

Hal ini sekaligus untuk mencegah penumpukan manusia di pelabuhan.

Peningkatan kasus

Langkah ini dilakukan karena dalam satu bulan terakhir terjadi peningkatan kasus yang signifikan di hampir seluruh provinsi di Pulau Sumatra.

Pada saat yang sama, kasus penularan di Pulau Jawa mengalami penurunan.

“Dalam situasi seperti itu kami memang harus lebih ketat dalam melakukan pencegahan. Langkah ini hanya akan berjalan efektif bila terjadi kolaborasi semua pihak baik pemerintah daerah, kepolisian, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Kesehatan,” tutur tutur Juru Bicara Nasional Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam siaran pers, Kamis (13/5/2021).

Ketat di Jawa

Selain pemeriksaan di Bakauheni, yang berada di provindi Lampung, Wiku juga menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur juga harus lebih cermat lagi melakukan pemeriksaan dokumen RT-PCR, swab test antigen atau genose setiap pelaku perjalanan masyarakat, pada masa arus balik angkutan darat Idul Fitri Tahun 2021/1442 H.

Pemeriksaan itu dilakukan di setiap pos penyekatan di perbatasan antar provinsi.

Sementara itu, masyarakat yang akan menyebrang dari Jawa ke Sumatra juga harus memiliki surat keterangan bebas Covid-19, dengan masa berlaku 1 x 24 jam juga.

Hal ini sesuai Addendum Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021. Serta Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021.

Dalam konferensi pers virtual kemarin, Adita Irawati juga menyampaikan hasil rakor dengan unsur terkait seperti Kepolisian, TNI, Satgas Penanganan Covid-19, pemerintah daerah, yakni mulai 15 Mei 2021 akan dilakukan pengecekan kesehatan secara acak (random test) kepada pengguna transportasi darat, baik roda empat maupun roda dua.

Pengecekan secara acak dilakukan di sekitar 21 titik penyekatan, baik di jalan tol, jalan nasional, dan lokasi lain yg dianggap penting.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Posko Terpadu Pengendalian Transportasi, jumlah pergerakan orang yang keluar Jabodetabek di semua moda, baik angkutan umum maupun kendaraan pribadi, mulai 22 April sampai 11 Mei 2021 sekitar 1,5 juta orang. (*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved