Larangan Mudik

Sekitar 700.000 Pemudik yang Kembali ke Jakarta Jadi Target 3T Pemprov DKI

Sekitar 700.000 pemudik menjadi target pemeriksaan rapid test antigen oleh Pemprov DKI Jakarta.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Angga Baghya N
Sekitar 700.000 pemudik menjadi target pemeriksaan rapid test antigen oleh Pemprov DKI Jakarta. Keterangan foto: Petugas kesehatan melakukan tes usap atau swab test terhadap pegawai KPU di Gedung Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), Jakarta Pusat, Selasa (4/8/2020). 

WARTA KOTA TRAVEL -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah menyatakan akan menjaring para pemudik yang kembali ke Jakarta, dan memeriksa kandungan virus di tubuh mereka menggunakan metod rapid test antigen.

Ini bukan pekerjaan enteng, sebab menurut catatan Polda Metro Jaya sebelum Lebaran kemarin ada sekitar 1 juta orang yang meninggalkan Jakarta sebelum Hari Raya Idulfitri 2021.

Karena itu Polda Metro Jaya siap membantu Pemprov DKI Jakarta melakukan pekerjaan besar itu.

1 juta pemudik

“Ada sekitar satu juta orang berdasarkan perlintasan melalui gerbang tol maupun bandara dan stasiun kereta api yang keluar,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran, usai rapat koordinasi dengan Forkopimda di Balai Kota DKI pada Jumat (14/5/2021).

Dia kemudian membeberkan data dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, yaitu jumlah mobil yang melintasi Gerbang Tol Cikupa dan Cikarang Barat, sebelum tanggal 6 Mei 2021 tembus 700.000 unit.

Sedangkan jumlah penumpang pesawat terbang dan kereta api mencapai 300.000 orang.

Fadil mengatakan, angka tersebut belum termasuk pemudik yang menerobos penjagaan polisi di Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi. Para pemudik yang mencari kelengahan petugas itu kebanyakan menggunakan sepeda motor.

“Itu puncaknya terjadi satu minggu terakhir, di mana sekitar 100.000 sampai 200.000 masyarakat tetap nekat untuk pulang kampung. Walaupun sebenarnya efektivitas juga penyekatan ini, karena mampu mengurangi 50 persen arus yang keluar dari Provinsi DKI Jakarta,” jelas Fadil.

Berbasis komunitas

Atas dasar itulah, kata Fadil, pihaknya mendukung rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal pengetatan arus balik menuju Jakarta. Dia berharap, potensi penyebaran kasus Covid-19 di Jakarta dapat dihindari.

“Kami mengambil langkah-langkah pencegahan berbasis komunitas untuk mengefektifkan 3T, yaitu testing, tracing dan treatment. Mudah-mudahan kondisi Covid-19 terkendali di Jakarta, dengan antisipasi dini dan kita terus jaga bersama,” imbuhnya.

Untuk informasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan dua kali pemeriksaan bagi warganya yang kembali dari mudik.

Warga DKI Jakarta yang kemarin berhasil mudik, siap-siap akan "dijaring" saat kembali ke Ibu Kota, kemudian diperiksa kandungan virus corona 2 nya menggunakan tes rapid antigen. (Fajar Al Fajri)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved