Larangan Mudik

Pemprov DKI Akan Jaring Pemudik yang Kembali untuk Diperiksa Kandungan Virusnya

Warga DKI Jakarta yang kembali ke Jakarta dari luar kota harus melakukan pemeriksaan rapid test antigen, demi mencegah virus corona 2 impor.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/ Mohamad Yusuf
Warga DKI Jakarta yang kembali ke Jakarta dari luar kota harus melakukan pemeriksaan rapid test antigen, demi mencegah virus corona 2 ikut masuk ke Jakarta. Keterangan foto: Antrean kendaraan di GT Cikatama diambil MInggu (2/6/2019). 

WARTA KOTA TRAVEL -- Warga DKI Jakarta yang kemarin berhasil mudik, siap-siap akan "dijaring" saat kembali ke Ibu Kota.

Tentunya bukan dijaring seperti ikan, melainkan akan diberhentikan petugas di pintu masuk Jakarta, lalu melakukan tes rapid antigen.

Anies Baswedan, sebagai Gubernur Provinsi DKI Jakarta ,menjelaskan soal penangan arus balik warga usai libur Idulfitri 1442 H.

Tujuannya demi mencegah terjadinya kenaikan kembali kasus aktif Covid-19 di Jakarta.

Bukan hanya menjaring di pintu masuk, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI juga akan terjun ke permukiman, melakukan pemeriksaan Covid-19 kepada warganya yang baru pulang dari luar kota.

Keputusan Forkopimda

Menurut Anies, keputusan ini diambil setelah Pemprov menggelar rapat dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta, Jumat (14/5/2021) pagi.

Forkopimda sepakat untuk meningkatkan pengawasan mobilisasi warga, karena belajar dari pengalaman sebelumnya bahwa kasus Covid-19 cenderung naik usai masa liburan.

"Kami adakan rapat koordinasi untuk mengantisipasi lonjakan arus balik sesudah musim Lebaran. Kami semua menyadari bahwa tiap kali ada pergerakan penduduk yang cukup besar, maka di pekan-pekan sesudahnya potensi terjadinya kenaikan kasus aktif selalu ada " kata Anies dalam keterangan yang diterima pada Jumat (14/5/2021).

Pemeriksaan di pintu masuk

Anies mengungkapkan, rapat itu menghasilkan dua kesepakatan. Pertama petugas gabungan melakukan penjaringan di tiap pintu masuk menuju Jakarta bahkan Jabodetabek.

Untuk kendaraan pribadi nanti akan dilakukan penyaringan acak (random screening) bagi mereka yang masuk.

Sementara di setiap kendaraan umum, seperti pesawat, kapal laut, serta kereta api sudah dilakukan screening hasil rapid test antigen sebelum berangkat.

Anies berharap tindakan pencegahan bisa efektif menemukan warga berpotensi membawa Covid-19 (orang tanpa gejala) yang masuk kawasan Jakarta .

Pendataan di rumah

Kesepakatan kedua adalah pengendalian warga di lingkungan rumahnya. Setiap Gugus Tugas Covid-19 di tingkat RT/RW, Kelurahan dan Kecamatan wajib mendata warga yang masuk ke wilayahnya.

Pendataan warga dapat ditemani aparat Bhabinkamtibmas dan Babinsa, agar pengecekan berlangsung kondusif.

"Jadi, mereka akan melakukan monitoring sehingga seluruh warga yang datang akan dilakukan pemantauan, pengecekan kondisinya, serta dipastikan bahwa yang bersangkutan sehat, tidak bergejala, dan akan dilakukan tes rapid antigen," kata Anies.

"Intinya, ini dua lapis screening, satu sebelum masuk, yang kedua ketika sudah sampai di tempat tinggal. Nanti kami akan ada aplikasi khusus, yang digunakan oleh para ketua RT/RW untuk mereka melakukan pelaporan dua kali sehari atas kondisi di wilayahnya," tambah Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini berharap koordinasi berlapis dari jenjang RT/RW hingga Provinsi bisa berjalan sinkron.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved