Larangan Mudik

Mau Jalan-jalan ke Puncak? Tunggu Masa Larangan Mudik Berakhir ya

Destinasi wisata Pucak bisa kembali dikunjungi masyarakat buka warga Kabupaten Bogor setelah tanggal 17 Mei 2021.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Gopis
Destinasi wisata Pucak bisa kembali dikunjungi masyarakat buka warga Kabupaten Bogor setelah tanggal 17 Mei 2021. Keterangan foto. Pemandangan sawah dari restoran Bebek Tepi Sawah Puncak. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Ingin jalan-jalan ke Puncak tapi bukan warga Kabupaten Bogor.

Jangan sedih dulu, masyarakat yang bukan warga Kabupaten Bogor juga tetap bisa jalan-jalan ke Puncak, atau ke destinasi wisata lainnya di Kabupaten Bogor setelah tanggal 17 Mei 2021.

Hal ini diutarakan langsung oleh Bupati Bogor, Ade Yasin, pada Kamis (13/5).

“Setelah masa larangan mudik habis, wisatawan dari luar Bogor bisa datang berwisata dengan syarat memiliki surat bebas Covid, melalui test antigen yang berlaku satu hari atau swab (PCR) test yang berlaku tiga hari," ujarnya.

Untuk informasi, masa Larangan Mudik dari Pemerintah RI adalah 6 sampai 17 Mei 2021. Dengan begitu, mulai tanggal 18 Mei sudah boleh wisata ke Kabupaten Bogor.

Syarat

Namun harus ingat, ada syarat yang harus dipenuhi, yakni hasi tes Covid-19.

Menariknya, masyarakat yang sudah menerima vaksinasi Covid-19 tidak perlu melakukan tes Covid-19, tapi harus menunjukan sertifikat vaksinasi Covid-19, yang ada di aplikasi Peduli Lindungi.

Penyekatan

Selama libur Lebaran pada 13-14 Mei 2021, tempat-tempat wisata di Kabupaten Bogor tetap dibuka untuk umum.

Namun wisatawan dari luar daerah tidak bisa masuk ke obyek-obyek wisata di wilayah ini, karena adanya kebijakan Larangan Mudik.

"Wisata tidak dilarang, namun kami tetap melakukan penyekatan di perbatasan wilayah hingga masa larangan mudik berakhir," kata Ade Yasin.

Terdapat 8 titik penyekatan di perbatasan Kabupaten Bogor dengan wilayah lain, maka otomatis mereka yang akan masuk ke wilayah Kabupaten Bogor akan diputar balik, meski tujuannya untuk berwisata.

Pembatasan kapasitas

Di tempat wisata sendiri, lanjut Ade, meski tetap dibuka, tetap ada pembatasan-pembatasan, seperti pemberlakuan protokol kesehatan secara ketat, dan hanya boleh menerima wisatawan sebanyak 30 persen dari kapasitas tempat.

"Kami akan selalu lakukan monitoring yang dilakukan tim gabungan dari Dinas Pariwisata dan instansi lainnya," katanya.

Ade mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Bogor, agar tetap menahan diri dan tidak pergi ke mana-mana dulu.

"Saya meminta warga Kabupaten Bogor agar tidak memaksakan diri untuk melaksanakan aktivitas yang dirasa tidak perlu,” tandas Ade.

Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini memberikan contoh, apa yang bisa dilakukan masyarakat dalam upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19, seperti melaksanakan salat di lingkungan terdekat.

“Pada Hari Raya Idulfitri tahun ini saya melaksanakan salat di musola yang ada di dalam rumah dinas," ungkap Ade.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved