Larangan Mudik

Banyak Permohonan SIKM Ditolak DPMPTSP DKI Jakarta

Banyak permohonan SIKM di DKI Jakarta ditolak karena keliru dalam prosesnya, dan tidak memenuhi kriteria pengecualian larangan mudik.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Nur Ichsan
Banyak permohonan SIKM di DKI Jakarta ditolak karena tidak memenuhi kriteria. Keterangan foto: Petugas gabungan melakukan pemeriksaan surat ijin ke luar masuk (SIKM) Jakarta terhadap para pengendara di depan pos satlantas Jakarta Barat, unitlantas Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (2/7/2020). Hal ini dilakukan terkait perpanjangan masa pembatasan sosial berskalabesar (PSBB) transisi di ibukota hingga 14 hari ke depan. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Rupanya banyak warga DKI Jakarta yang ingin mudik pada Hari Raya Idulfitri 2021, sehingga mereka meminta Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sayangnya, tidak semua pemohon memenuhi kriteria untuk memperoleh SIKM.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta mencatat ada 5.280 pemohon SIKM sejak Kamis (6/5/2021) sampai Rabu (12/5/2021) pukul 18.00. Lebih dari 50 persennya, atau Sebanyak 2.918 pemohon, ditolak.

Sementara 2.246 SIKM diterbitkan, serta 116 pemohon SIKM masih dalam proses penelitian administrasi dan teknis, karena baru saja diajukan oleh pemohon.

Penyebab penolakan

Kepala DPMPTSP DKI Jakarta, Benni Aguscandra, mengatakan, permohonan yang ditolak pada umumnya karena keliru dalam mengajukan SIKM. Kekeliruan itu berupa kesalahan pengisian data.

Namun ada pula permohonan yang ditolak, karena tidak sesuai kriteria perjalanan nonmudik yang diperkenankan.

“Umumnya pemohon keliru dalam mengisi data permohonan. Untuk itu harus membaca secara teliti, dan mengikuti seluruh prosedur dengan seksama merupakan kunci dalam pengajuan permohonan SIKM,” kata Benni dalam keterangan pers yang dibagikan pada Rabu (12/5/2021).

Kriteria nonmudik

Benni kembali menegaskan bahwa SIKM wilayah DKI Jakarta hanya diterbitkan untuk empat kriteria keperluan mendesak dan kepentingan nonmudik. Empat kriteria itu adalah:

- Kunjungan keluarga sakit.

- Kunjungan kedukaan karena anggota keluarga meninggal dunia.

- Ibu hamil yang didampingi oleh satu orang anggota keluarga.

- Kepentingan persalinan dengan didampingi paling banyak dua orang anggota keluarga.

Hal ini tercantum dalam Keputusan Gubernur Nomor 569 Tahun 2021 tentang Prosedur Surat Izin Keluar Masuk Wilayah Provinsi DKI Jakarta selama Masa Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Keputusan Gubernur itu sejalan dengan dua regulasi yang diterbitkan Pemerintah Pusat, melalui Kementerian Perhubungan dan Satgas Covid-19.

Kedua regulasi itu adalah Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 13 tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19, dan Surat Edaran Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 13 tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

Proses

Pengajuan SIKM dapat dilakukan selama 24 Jam setiap harinya. Sementara petugas DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta melakukan penelitian administrasi dan penelitian teknis selama hari libur dan cuti bersama IdulFitri 1442 Hijriah tanggal 12 sampai 16 Mei 2021 pada pukul 10.00 s.d. 16.00 WIB.

Adapun waktu yang dibutuhkan petugas DPMPTSP dalam memroses pengajuan SIKM iadalah dalam hitungan jam.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved