Idul Fitri

Warga DKI Jakarta Boleh Piknik saat Libur Lebaran, asal Mematuhi Protokol ini

Masyarakat boleh berwisata selama libur Lebaran besok, namun harus mengikuti protokol yang berlaku.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Masyarakat boleh berwisata selama libur Lebaran besok, namun harus mengikuti protokol yang berlaku. Keterangan foto: Pantai Lagoon di Ancol pada Minggu (21/6/2020) masih sepi dari pengunjung. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Sudah menjadi tradisi masyarakat Jakarta, pergi berpiknik di saat liburan Lebaran.

Ada yang pergi dengan keluarga inti saja, namun banyak pula rombongan keluarga besar pergi liburan bersama.

Pokoknya meriah dan selalu menyenangkan, sehingga aktivitas ini selalu dilakukan pada tahun berikutnya, berikutnya lagi, dan akhirnya menjadi tradisi.

Ada tiga tempat wisata yang menjadi destinasi favorit warga Ibu Kota di masa libur Lebaran, yakni Taman Impian Jaya Ancol, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan Taman Margasatwa Ragunan.

Ada kabar baik bagi masyarakat, tahun ini warga boleh berkunjung lagi ke tempat wisata pada masa liburan Idul Fitri tahun 2021.

Maklum, tahun lalu tradisi piknik saat Lebaran tidak boleh dilakukan karena pandemi Covid019 baru dimulai.

Pada tahun ini pandemi juga masih berlangsung, namun Pemerintah melonggarkan aturan sehingga warga boleh pergi berwisata di dalam kota.

Protokol piknik

Hanya saja, piknik di masa pandemi Covid-19 itu ada protokolnya untuk memperkecil risiko penularan virus corona 2, penyebab Covid-19.

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta sudah merilis protokol itu, yakni panduan berwisata aman di tengah pandemi Covid-19.

Protokol ini mudah dilakukan, mengingat sudah menjadi kebiasaan baru masyarakat selama setahun ini, tapi tetap membutuhkan kedisiplinan masyarakat dalam menjalankannya.

Apa saja sih protokol berwisata yang aman itu? Ini dia:

1. Yang pertama adalah memastikan tubuh dalam kondisi sehat saat berwisata, yang artinya tak ada gejala seperti demam, batuk, sakit kepala.

Bahkan rasa tidak enak badan yang ringan juga harus menjadi pertimbangan untuk membatalkan bepergian pada hari itu.

Ada penjelasan logis dari aturan ini, yakni untuk melindungi diri kita sendiri karena sistem imunitas tubuh sedang menurun.

Dengan diam di rumah, kita mencegah kuman penyakit dari luar menerobos pertahanan tubuh yang sedang lemah, sekaligus mencegah virus dari tubuh kita pindah ke orang lain.

2. Memakai masker sudah menjadi kewajiban yang dilakukan setiap orang di masa pandemi Covid-19.

Masker yang digunakan secara benar mengurangi risiko tertular virus corona 2.

Namun taat menggunakan masker juga harus diikuti protokol berikutnya, yakni menjaga jarak aman.

3. Menjaga jarak dengan pengunjung lain juga bisa mengurangi risiko tertular virus corona 2.

Organisasi Kesehatan Dunia, atau WHO, sejak tahun lalu sudah menetapkan bahwa jarak aman itu adalah 1,6 meter.

4. Mencuci tangan sebelum masuk ke tempat wisata juga membantu mengurangi risiko penularan virus.

Dengan mencuci tangan, kita juga membantu orang lain tertular virus yang mungkin saja tanpa kita sadari membonceng di tangan kita.

Bahan membersihkan tangan ini bukan hanya saat masuk ke tempat wisata, namun setiap saat dilakukan sehabis menyentuh benda-benda di tempat umum.

Karena itu selalu bawa hand sanitizer, untuk digunakan sendiri dan seluruh anggota keluarga.

5. Memilih destinasi lokal atau tidak terlalu jauh dari rumah.

Misalnya, warga DKI ya pikniknya masih di wilayah Ibu Kota saja. Soalnya dengan begitu kita membantu membatasi luas penyebaran virus Covid-19.

6. Pembayaran non-tunai untuk transkasi di destinasi wisata menjadi pilihan terbaik dalam mencegah "pertukaran" virus.

Saat ini Ancol dan TMII sudah memberlakukan aturan hanya menerima transaksi non-tunai menggunakan karty JakCard.

7. Reservasi secara daring atau online adalah salah satu cara mengurangi kontak antar-manusia, karena transaksi tiket dilakukan dalam jaringan.

Selain itu, dengan melakukan reservasi bisa membantu pengelola tempat wisata dalam membatasi jumlah pengunjung, sehingga bisa menjaga jarak aman antar-pengunjung, dan ujung-ujungnya memperkecil risiko penularan virus.

8. Membawa hand sanitizer adalah kebiasaan baru yang bermanfaat dalam mengurangi risiko penularan virus.

9. Membawa peralatan ibadah karena pengelola tempat wisata tak menyediakan lagi peralatan ibadah komunal.

Hal ini tentunya, lagi-lagi, untuk mengurangi risiko penularan virus.

10. Pergi berwisata dalam kelompok kecil, karena dengan begitu akan lebih mudah menerapkan protokol kesehatan menjaga jarak aman dengan pengunjung lain.

Jam operasi

Disparekraf DKI Jakarta juga telah mengeluarkan aturan bahwa jumlah pengunjung tempat wisata hanya 30 persen dari kapasitas normalnya.

Bahkan untuk taman hiburan air seperti waterpark hanya diberi kuota 25 persen dari kapasitas normal.

Aturan itu untuk memastikan agar pengunjung bisa menerapkan 3M dengan baik, yakni mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak dengan orang lain.

Jam operasional wisata juga dibuat cukup panjang. Tempat wisata seperti Ancol dan TMII boleh beroperasi dari pukul 05.00 sampai 21.00.

Sementara tempat rekreasi air yang berada di danau, laut, dan pantai memiliki wakti operasional pada pukul 06.00 - 17.00.

Taman hiburan air diatur beroperasi pada pukul 06.00 sampai 18.00.

Nah, itulah panduan untuk berwisata yang aman di masa libur Lebaran besok. Pastikan untuk mentaatinya, agar kegiatan wisata tetap bisa berjalan dan aman di tengah situasi pandemi.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved