Idul Fitri

Pemprov Banten Siap-siap Menghadapi Lonjakan Pengunjung Tempat Wisata pada Libur Lebaran 2021

Provinsi Banten siap-siap menghadapi lonjakan pengunjung di tempat wisata selama libur Hari Raya Idul Fitri 2021.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Andika Panduwinata
Wakil Gubernur Provinsi Banten, Andika Hazrumy, dalam rapat dengan Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Kamis (6/5/2021), membahas persiapan menyambut libur Hari Raya Idul Fitri 2021. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Libur Hari Raya Idul Fitri biasanya bukan hanya dipakai untuk bersilaturahmi dengan keluarga, melainkan juga untuk piknik sekeluarga.

Maka tak mengherankan bila tempat wisata selalu padat pengunjung di sepanjang pekan libur Lebaran.

Kebiasaan ini menjadi perhatian bagi Pemerintah Provinsi Banten, sehingga Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy, mewanti-wanti seluruh pemangku kepentingan pariwisata di Banten agar benar-benar bersiap-siap menghadapi momen libur Lebaran tahun ini.

Hal itu mengingat kebijakan larangan mudik dari Pemerintah RI dikompensasi dengan pemberian izin masyarakat untuk berwisata saat libur Lebaran.

"Saya yakin ini bukan tugas yang mudah. Mengontrol sekian banyak orang untuk menerapkan prokes (protokol Kesehatan) Covid-19 di tempat-tempat wisata," ujar Andika, Kamis (6/5/2021).

Destinasi wisata

Dia memperkirakan potensi membludaknya pengunjung tempat-tempat wisata di Banten, terutama di sejumlah destinasi wisata pantai dan destinasi wisata ziarah.

Hal itu mengingat Banten memiliki banyak destinasi wisata pantai, sejalan dengan posisi mereka di ujung barat Pulau Jawa.

"Kita juga tahu, Banten kental nuansa religi Islami, yang berwujud salah satunya destinasi wisata religi," kata Andika.

Destinasi mudik

Andika juga mengingatkan bahwa Banten adalah salah satu destinasi mudik masyarakat Jabodetabek.

Meski kebijakan larangan mudik Pemerintah Pusat telah mampu membuat 81 persen masyarakat tidak jadi mudik, namun survei menemukan masih ada sekitar 17 persen yang memilih tetap mudik.

"Dan perlu diketahui, Banten itu 6 besar tujuan mudik setelah Jabar, Jateng, Jatim, Bali dan Lampung," kata Andika.

karena itu, Wagub meminta agar Dinas Pariwisata Provinsi Banten bersama para pemangku kepentingan memetakan kesiapan standar operasional prosedur (SOP), untuk kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan (CHSE), baik kepada karyawan, pemandu wisata lokal, pengunjung, masyarakat setempat, maupun pihak lain yang beraktivitas di tempat wisata melalui media luar jaringan (luring) dan/atau daring.

SOP disusun dengan memperhatikan karakteristik dan kekhususan daya tarik wisata yang dikelola, baik daya tarik wisata alam, budaya, maupun hasil buatan manusia.

Imbauan prokes

Andika juga mengingatkan untuk menyediakan sarana informasi dan himbauan mematuhi protokol kesehatan di tempat wisata. Bentuknya bisa dengan memasang baliho dan spanduk.

Andika juga meminta melibatkan Kelompok Penggerak Pariwisata dan Kelompok Sadar Wisata Provinsi Banten, untuk membantu Satgas Covid-19 mengedukasi dan sosialisasi protokol kesehatan 3M kepada pengunjung tempat wisata.

"PHRI Provinsi Banten serta pengelola tempat wisata bersama-sama Dinas Pariwisata agar senantiasa aktif berkoordinasi dengan Polri dan TNI, terkait penegakan protokol kesehatan di tempat wisata," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Banten, Agus Setiawan, mengatakan bahwa rapat sengaja digelar untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan di masa libur Lebaran, sebagai dampak kompensasi kebijakan larangan mudik.

"Jadi boleh wisata tapi tentu dengan syarat dan dalam skala yang terbatas. Makanya kita hari ini rapat dengan semua stake holder, mulai dari stake holder pariwisata sampai dengan stake holder pemerintah seperti Dinkes (Dinas Kesehatan) dan Dishub (Dinas Perhubungan) serta TNI Polri," tandas Agus. (Andika Panduwinata)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved