Anies Baswedan Ajak Masyarakat Memahami Bahaya Sampah Plastik dan Kembali ke Bioskop

Anies Baswedan "kampanye" bahaya laten sampah plastik sekaligus mengajak warga kembali ke bioskop.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Istimewa/PPID DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menonton film Pulau Plastik, Perjalanan dan Catatan untuk Masa Depan di Bioskop CGV, Grand Indonesia pada Rabu (5/5/2021). Saat itu, Anies ditemani Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria dan sejumlah anak buahnya. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Ada dua hal yang tersampaikan saat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, nobar (nonton bareng) film bertajuk Pulau Plastik, Perjalanan dan Catatan untuk Masa Depan, bersama sejumlah anak buahnya, di Bioskop CGV, Grand Indonesia pada Rabu (5/5/2021).

Pertama, sampah plastik memiliki bahaya laten sehingga sebaiknya jangan menggunakan kantong plastik sekali pakai.

Dan yang kedua adalah, silakan datang kembali ke bioskop untuk menonton film, asal jangan lupakan protokol kesehatan ya. 

Pada hari Rabu kemarin, Anies, bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, dan para pegawai di Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dan para kepala pasar di DKI Jakarta nobar dengan protokol kesehatan ketat.

Mengubah kebiasaan

Mereka  menyaksikan film karya Dhandy Dwi Laksono dan Rahung Nasution, yang merupakan sebuah kampanye untuk mengubah kebiasaan masyarakat dalam hal penggunaan kantong plastik. 

Meskipun film itu menggambarkan masalah sampah plastik di Pulau Bali, Anies terlihat sangat tersentuh dengan film tersebut. Maklum, sampah plastik adalah masalah di mana-mana, termasuk DKI Jakarta.

Setelah filmnya tamat, Anies menyebut film ini dapat mengunggah kesadaran penontonnya tentang bahaya plastik dari barang-barang yang dipakai sehari-hari.

"Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh pihak, yang telah berhasil membingkai persoalan lingkungan dengan pendekatan jurnalisme investigatif yang menyeluruh, ke dalam sebuah karya film. Ini menggugah kesadaran kita terkait residu dari gaya hidup kita semua. Salah satunya, penggunaan plastik sekali pakai," kata Anies yang dikutip dari PPID DKI Jakarta, Kamis (6/5/2021).

Anies yakin, jajaran Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dan para kepala pasar yang ikut nobar bersamanya akan semakin paham gambaran pengelolaan sampah di Ibu Kota ke depannya.

"Kami mengajak Dinas LH karena mereka yang mengawasi dan mengelola sampah. Lalu mengajak para kepala pasar karena di pasar-pasar lah salah satu tempat utama penghasil sampah plastik," katanya.

Mengajak masyarakat

Gubernur lalu mengajak warga Jakarta dan anak buahnya yang lain, yang tidak ikut nobar kemarin, untuk menonton film Pulau Plastik tersebut, agar terbangun kesadaran dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Film ini masih ditayangkan di sejumlah bioskop di Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Bogor sampai 8 Mei 2021.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri telah memberlakukan larangan penggunaan kantong belanja berbahan plastik sekali pakai mulai 1 Juli 2020.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 142 Tahun 2019, tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan di Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat.

"Selain itu, kami di Jakarta peduli terhadap isu lingkungan, bukan hanya pemerintahannya tetapi juga warganya, terutama terkait residu plastik sekali pakai. Contohnya adanya bank sampah, baik di kelurahan maupun yang diinisiasi swasta," tandasnya. (Fajar Al Fajri)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved