Mafia karantina

S dan RW Tersangka Mafia Karantina Dipastikan Bukan Petugas Bandara Soekarno Hatta

Satgas Udara Penanganan Covid-19 Bandara Soekarno-Hatta menyatakan bahwa tersangka kasus Mafia Bandara bukan pegawai Bandara Soekarno Hatta.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Pexels.com/Cottonbro
Mafia Karantina dengan imbalan sejumlah uang meloloskan pendatang dari luar negeri masuk ke Indonesia, tanpa menjalani kewajiban karantina. Ilustrasi money laundering, cuci uang, mafia 

WARTA KOTA TRAVEL -- Terbongkarnya "Mafia Karantina" di Bandara Internasional Soekarno Hatta membuat banyak orang gregetan.

Bagaimana tidak, para pelaku dengan sengaja membuat pendatang dari India masuk dengan bebas, tanpa melakukan kewajiban karantina 14 hari. Tentu saja dengan imbalan uang untuk kepentingan pribadi.

Padahal saat ini Pemerintah Republik Indonesia (RI) tengah berusaha agar kasus Covid-19 yang sedang menggila di India masuk ke Indonesia.

Empat orang ditangkap dan dinyatakan sebagai tersangka kasus Mafia Karantina ini.

Tentu saja masyarakat menduga para mafia itu adalah oknum pegawai Bandara Soekarno Hatta.

Namun pihat Satgas Udara Penanganan Covid-19 Bandara Soekarno-Hatta memastikan bahwa dua tersangka, yakni S dan RW, bukan petugas Bandara Soekarno-Hatta.

Kartu pass bandara

Ketua Satgas Udara Penanganan Covid-19, Kolonel PAS MASilaban, mengatakan dua orang tersebut hanya mengaku sebagai petugas bandara.

“Diduga kedua oknum itu, yang di sejumlah pemberitaan berinisial S dan RW, adalah pihak berkepentingan dengan instansi lain di bandara. Oleh karena itu mereka memiliki kartu pass bandara, dan mereka tidak bertanggung jawab, tapi justru melakukan penyalahgunaan kartu pass bandara,” ujar MA Silaban, Rabu (28/4/2021).

Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Agus Haryadi, juga memastikan kedua orang tersebut bukan petugas bandara.

“Kami sudah melakukan pengecekan, dan memastikan bahwa dua oknum itu bukan petugas Bandara Soekarno-Hatta,” ucap Agus Haryadi.

"Kami juga senantiasa meminta kepada seluruh petugas, baik dari AP II atau instansi lain yang berkepentingan di bandara, agar selalu menaati peraturan dan menjaga nama Bandara Soekarno-Hatta,” sambungnya.

Adapun kasus ini akan didalami juga baik oleh Satgas Udara Penanganan Covid-19, Kantor Otoritas Bandara Wilayah I, dan Polri.

"Satgas Udara Penanganan Covid-19 mendukung penuh Polri untuk mengungkap kasus ini," tandas Kolonel PAS M.A Silaban.

Untuk informasi, keempat tersangka itu berinisial S, RW, GC, dan JD.

Namun karena mereka dijerat dengan UU Karantina dan Wabah penyakit, yang ancaman hukuman maksimal kurang dari 5 tahun, maka keempatnya tidak ditahan. Mereka boleh pulang setelah selesai diperiksa oleh polisi. (Andika Panduwinata)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved