Kepulauan Seribu

Duh, Tumpahan Minyak Mencemari Taman Nemo di Pulau Untung Jawa

Duh, tumpahan minyak mencemari perairan Pulau Untung Jawa, dan mengancam keindahan Taman Nemo.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Rafsanjani Simanjorang
Tumpahan minyak menempel di batu dan pasir sehingga membuat batu dan pasir menjadi kehitaman. Tumpahan minyak itu tidak hanya merusak keindahan pemandangan, tetap juga bisa merusak eksositem terumbu karang. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Duh, objek wisata Pulau Untung Jawa mengalami pencemaran tumpahan minyak (oil spill) sejak Minggu (25/4/2021).

Pencemaran limbah B3 ini tidak hanya merugikan masyarakat, tapi juga mengancam ekosistem terumbu karang dan Taman Nemo yang ada di Pulau Untung Jawa.

Syaefudin, pengelola Taman Nemo menjelaskan bahwa tumpahan minyak yang menggumpal membuat air menjadi licin. Selain itu, limbah tersebut mengeluarkan bau tak sedap.

Gumpalan tumpahan minyak memasuki Taman Nemo di Pulau Untung Jawa, dan menempel di batu-batu dan pasir di dasar pantai.
Gumpalan tumpahan minyak memasuki Taman Nemo di Pulau Untung Jawa, dan menempel di batu-batu dan pasir di dasar pantai. (Warta Kota/Rafsanjani Simanjorang)

Menempel

"Bahaya lainnya, kalau oil spill ini mengenai sampah dan jatuh ke terumbu karang atau Taman Nemo, akan mengganggu ekosistem di bawahnya. Tak hanya itu, saya juga tidak enak kepada pengunjung seperti kemarin. Mereka snorkeling, tiba-tiba pas muncul ke permukaan pakaian mereka sudah diselimuti oil spill. Mereka pasti tidak puas dan kecewa," ujarnya kepada Warta Kota, Selasa (27/4/2021).

Syaefudin lantas meminta Pemerintah lekas turun tangan mengatasi tumpahan minyak yang menimpa wilayah mereka.

Pasalnya, Pulau Untung Jawa bukan hanya sebagai pulau permukiman, melainkan pulau pariwisata juga.

"Dominannya kan ini lokasi wisata ya. Jangan sampai masalah limbah ini berlarut-larut hingga Lebaran nanti. Kami hanya mengandalkan masa Lebaran untuk meraup rejeki. Kalau berlarut-larut pasti akan merugikan sekali," kata Saefudin.

Kebocoran di Karawang

Sementara itu, Lurah Pulau Untung Jawa, Supriyadi belum bisa berkomentar banyak soal asal tumpahan minyak.

Saat ditanya oleh Warta Kota, Supriyadi hanya menjelaskan bahwa Bupati Karawang telah menjelaskan ada kebocoran sumur minyak yang terjadi di Karawang, sehingga tumpahan minyak mentah mengalir ke Kepulauan Seribu.

Sementara itu, pemantauan langsung di lapangan terlihat minyak celah-celah batu dan pasir pantai Pulau Untung Jawa menjadi kehitaman, akibat tertutup minyak.

Mustar beserta putranya memakai APD saat memungut gumpalan minyak yang mencemarin Pulau Untung Jawa, Selasa (27/4/2021). Minyak yang terkumpul dijual ke Pertamina
Mustar beserta putranya memakai APD saat memungut gumpalan minyak yang mencemarin Pulau Untung Jawa, Selasa (27/4/2021). Minyak yang terkumpul dijual ke Pertamina (Warta Kota/Rafsanjani Simanjorang)

Bisa dijual

Pencemaran tumpahan minyak ini rupanya bukan yang pertama yang dialami warga Pulau Untung Jawa, sehingga mereka tahu harus bertindak apa.

Warga langsung sigap membersihkan bahan pencemar itu, dengan menangkap gumpalan minyak itu dari air.

Selain mengamankan pulau agar tidak terlanjur parah kerusakannya akibat pencemaran tersebut, ternyata gumpalan minyak yang terkumpul dapat dijual.

Gumpalan tumpahan minyak yang dikumpulkan oleh warga itu lalu dibeli oleh Pertamina.

Pencemaran tumpahan minyak ternyata pernah dialami warga Pulau Untung Jawa pada 2019, sehingga warga belajar cara mengatasinya.

Kesepakatan dengan Pertamina

Hanya saja, kali ini penjualan gumpalan minyak ini sempat nyaris gagal, karena ketidak cocokan harga. Namun kemudian disepakati harga gumpalan minyak hasil tangkapan warga itu Rp.4.000 per Kg

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved