Larangan Mudik

Masih Banyak yang Mudik Lewat Terminal Poris Plawad, Meski Harga Tiket Naik 200 Persen

Terminal Poris Plawad mulai ramai pemudik pada Selasa (27/4/2021), meskipun Pemerintah memperpanjang waktu larangan mudik mulai 22 April 2021.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Andika Panduwinata
Terminal Poris Plawad mulai ramai pemudik pada Selasa (27/4/2021), meskipun Pemerintah memperpanjang waktu larangan mudik. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Pemerintah Republik Indonesia (RI) telah memutuskan bahwa masyarakat tidak boleh mudik pada Hari Raya Idul Fitri tahun 2021.

Masa larangan mudik itu tadinya berlaku pada tanggal 6 sampai 17 Mei 2021. Namun kemudian waktunya diperpanjang pada 22 April - 5 Mei 2021 (pra-larangan mudik) dan 18 - 24 Mei 2021 (pasca-larangan mudik).

Hanya saja tidak semua orang bisa menerima kebijakan ini, sehingga tetap ada yang berencana mudik terutama pada waktu pra dan pasca.

Hal ini bisa dilihat di Terminal Poris Plawad, Kota Tangerang pada Selasa (27/4/2021).

Orang datang berbondong-bondong ke terminal ini karena akan melakukan perjalanan ke kampung halamannya.

Beberapa loket perusahaan otobus (PO) juga tampak ramai, dan petugasnya sibuk melayani para calon pemudik.

"Mulai ramai yang mau berangkat mudik," ujar Moko seorang pegawai PO di Terminal Porid Plawad, Kota Tangerang.

"Harga tiketnya naik 200 persen. Misalnya tujuan Tangerang - Malang yang biasanya Rp 200.000 kini jadi Rp 600.000. Tarif naik karena untuk biaya operasional lainnya," lanjut Moko.

Ironisnya, menurut Moko, meski hati ini ramai penumpang, namun omzet yang didapat selama bulan ini menyusut tajam. Ini dikarenakan perusahaan sektor transportasi masih dibayangi kondisi pandemi Covid-19.

"Omzet turun sampai 60 persen karena kemarin-kemarin kan sepi banget," ucapnya.

Dirinya berharap agar pemerintah memerhatikan nasib para pegawai PO, terlebih setelah diberlakukannya larangan mudik ini. (Andika Panduwinata)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved