Ramadan

Bazar Kuliner Ramadan di Taman Mini Boleh jadi Alternatif Belanja Penganan Buka Puasa

Bisa cari penganan takjil dan lauk pauk di Bazar Kuliner Ramadan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), sampai 10 Mei 2021.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Suasana Bazar Kuliner Ramadan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Bazar ini berlangsung sampai 10 Mei 2021. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Mencari tempat untuk membeli makanan berbuka puasa kadang jadi PR tersendiri bagi mereka yang sedang berada jauh dari rumah.

Bila sedang berada di sekitar Taman Mini Indonesia Indah (TMII), sila mampir ke tempat wisata itu menjelang waktu berbuka, sebab ada Bazar Kuliner Ramadan di sana.

Namanya juga Bazar Kuliner Ramadan, maka perhelatan di parkir utara TMII itu kebanyakan menjual penganan yang diproduksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kuliner yang dijual berupa takjil atau santapan berbuka puasa, seperti kolak, kurma, es campur, hingga makanan lainnya.

Namun ada pula peserta bazar yang berjualan pakaian.

Masuk TMII gratis

Manajer Marketing TMII, Dwi Atmojo menjelaskan bahwa kegiatan Bazar Kuliner Ramadan digelar mulai 17 April hingga 10 Mei 2021 pada pukul 15.00-19.00.

“Bazar ini digelar dalam rangka Ramadan dan juga sebagai salah satu acara pekan ulang tahun TMII yang ke 46,” kata Dwi.

Selama kegiatan bazar berlangsung, para pengunjung yang datang ke TMII pada pukul 15.00-19.00 tidak akan dipungut biaya. Mereka hanya perlu membayar ketika membawa kendaraan.

“Kita harapkan TMII tetap jadi destinasi wisata, dan alhamdulillah animo masyarakat bagus dan kita imbau yang datang mematuhi prokes agar bisa selalu jaga diri,” tuturnya.

Banyak peminat

Jumlah UMKM partisipan bazar ini ada 23, biarpun pada awalnya pihak TMII menetapkan 20 peserta saja.

Pihak TMII tidak menduga antusiasme masyarakat begitu tinggi, sehingga mereka memperbolehkan tiga UMKM lagi berpartisipasi.

“Ini kan percobaan karena tahun 2020 enggak ada acara. Kami mulai tahun ini, dan kami membatasi jumlah peserta karena untuk antisipasi kerumunan,” kata Dwi.

Salah satu partisipan bazar ini adalah Dewiani, yang mengaku baru pertama kali ikut bazar semacam ini.

Dia sangat bersyukur bisa ikut bazar tersebut, karena melihat penjualan meningkat.

“Alhamdulillah terbantu banget, di rumah kebetulan lagi sepi,” ujar Dewiani.

Meski tidak menjelaskan secara rinci, Dewiani mengaku bila penjualan makanannya pada hari pertama sangat memuaskan.

“Udah lumayan banyak yang beli. Ini kan murah meriah dari Rp 5.000 sampai Rp 15.000,” kata perempuan yang sehari-hari memang berjualan makanan. (Junianto Hamonangan)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved