Ramadan

Pengalaman Ramadan di Tanah Suci Sangat Membekas di Hati Mahfud MD

Pengalaman menjalani Ramadan di Tanah Suci Makkah sangat membekas di hati Mahfud MD.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Twitter/ReasahAlharmain
Pengalaman menjalani Ramadan di Tanah Suci Makkah sangat membekas di hati Mahfud MD. Keterangan foto: Suasana Tawaf pada fase 1 pemulihan ibadah umrah. 

Ramadan tahun ini kembali dijalani dalam situasi pandemi Covid-19. Namun Mahfud melihat ada hikmah yang bisa diambil.

"Kita bisa lebih banyak di rumah sehingga kita bisa lebih akrab dengan keluarga. Kita tidak ada pilihan lain, kalau saya ya membaca Al Quran, merenung. Itu salah satu hikmah dari Ramadan," katanya.

Lebih dari itu, menjalani ibadah Puasa Ramadan juga membuat tempaan terhadap diri menjadi lebih kuat.

Dia mencontohkan, sebelum pandemi umat Muslim yang berpuasa masih bisa menghibur diri dengan berbagai alternatif kegiatan, yang membuat lupa kepada rasa lapar dan bisa memindahkan perhatian dari penderitaan karena puasa itu.

"Tetapi sekarang kita kan tidak bisa itu. Harus menikmati betul, merasakan lapar itu di rumah, sambil juga merenungkan betapa menderitanya orang lain sekarang ini yang tidak bisa bekerja. Semua itu kemudian menimbulkan rasa solidaritas, rasa ingin berbagi. Itu hikmah yang bisa muncul," kata Mahfud.

solidaritas

Mahfud menyadari tidak semua orang bisa menjawab tempaan tersebut dengan baik.

"Ada orang yang frustrasi kemudian berbuat yang tidak-tidak, menganiaya orang lain, begitu kan? Mencuri, membunuh temannya, istrinya, suaminnya, anaknya kan banyak. Itu berarti tidak kuat dengan tempaan ini. Itu bahayanya dari situasi pandemi," kata Mahfud.

Namun demikian, baginya ada hikmah lain jika bisa bertahan dalam situasi seperti itu.

"Artinya bertaqwa dalam sikap defensif terhadap godaan-godaan itu, dan kita berhasil,. Maka hikmah bisa kita ambil dari puasa itu," tandas Mahfud. (Gita Irawan)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved